December 30, 2014

Before New Year

Heihooo

It's been a very long time not to write anything here.

How do I do today? well, everything's great. I'm a lot happier with everything I do now.
Hey, haven't I told u that I have resigned from my previous job. Hahaha, I didn't even tell u yet that I have been listed as an import staff in one of the biggest shoes company in my town? I am now a full-time self employed worker, and a full-time mom :)


Being self employed as a copywriter, translator and a voice talent on www.deekata.com [hey, I'm the founder and owner].

Also selling those fashion things on Mosu Mosu Id (haven't made any web for this yet). You can check it's fb: Mosu Mosu Id, Instagram: @mosumosuid. Also MC-ing as another side job.

A loooott happier whenever I can still work, earn some money (I got a looot bigger than a-month-salary) while staying beside Tabina every time. Okay I won't tell you about it longer now.. perhaps on my next post.

I just wanna say Happy New Year
Welcome 2015.
Hope everything will be better, blissful, and we'll be a lot stronger than ever.
Amin Allahumma amiin..


Thanks Allah for everything u've given us on 2014. 
2015 should be brighter. The year of struggle ;)
»»  Read the entire post...

September 07, 2014

Untuk Jasmine

Untuk Jasmine
Malam ini saya menjenguk saudara sepupu - si Veni - yang lagi sakit. Sambil bawa Tabina bermain-main di halaman rumahnya, si Ega (adik Veni) datang menggendong batita cantik, seusia Tabina mungkin, atau lebih tua.

Jasmine namanya.. yap! namanya secantik wajahnya. Cantiknya seperti anak selebritis, putih, hidungnya lebih mancung dari Tabina, bibirnya tipis nan mungil, senyum tersungging di wajahnya yang ceria, dua mata bulat membuatnya semakin menawan. *eh tetiba kok rada mellow eke??. Entah kenapa* Pertama kali bertemu, ia sudah memanah hati saya. Dengan cerewetnya, ia menggodai Tabina "adeeek cilukbaaa, adeeek cilukbaaaa" sembari membuka dua telapak tangan yang ia tutupkan di depan matanya.

Dalam hati saya nih ya.. "Nih anak cantik cantik kok gak terawat ya? Ibunya gimana nih?". Gimana saya gak berpikir demikian, daripada terlihat seperti batita yg terawat, cantik dan wangi, saya melihat mukanya coreng moreng karena spidol. Mukanya dicoret-coret bak kucing, iya.. kucing. Di pipi kanan kirinya ada masing-masing 3 kumis, di dahinya ada beberapa coretan, di janggutnya juga. I just wonder who the hell did this to you honey? If this happened to Tabina, I won't let the doer stay alive *hallah lebay*. Kakinya kotor bernoda tanah. Iya, dia sepertinya beraktivitas seharian di luar rumah tanpa alas kaki. Celana pendek yg ia pakai bolong-bolong. Kaos putihnya sedikit lusuh. Duh naaakkk ibumu mana sih? Kok kamu dibiarin kaya gini.. :( *sakit hati ini melihatnya*

Belum selesai saya berantem sama suara hati, si Ega nyeletuk "Awas mbak, Tabina jangan dideket-deketin Jasmine. Ini tukang gigit. Anak cul-cul-an dia". You know wht the meaning with 'anak cul-cul-an is?'.. well, dalam konteks  ini, anak cul-cul-an means, gak ada yg ngerawat, gak ada yg ngurusin, gak keurus. Saya melihat dua binar matanya yang masih bercanda-canda dengan Tabina dengan tatapan nanar. Oalaah nduuk nduuk, malangnya nasibmu. Nyesek!

Sejurus kemudian saya mendengar banyak cerita dari dalam rumah tentang si kecil Jasmine. Ibunya, yg notabene anak tunggal nan cantik rupawan dari keluarga kaya di Surabaya - menikah dengan ayah jasmine yg orang Mojokerto dalam kondisi hamil duluan. Entah itu benih ayah Jasmine atau orang lain.. yang pasti sejak mereka menikah, gak pernah mereka tinggal bareng. Ya.. tinggal nunggu si baby keluar untuk kemudian berpisah alias divorce. Mmm, mirip mirip cerita sinetron ye.. :D. Setelah Jasmine lahir, keduanya bercerai, kabarnya si ayah gak tahan dengan perilaku istrinya yg "bitchy". To make it short, Ibunya kembali ke Surabaya, bekerja sbg pramugari, Jasmine ditinggal di sini, ayahnya nikah lagi - dan Jadilah Jasmine tinggal dengan neneknya. Si Ibu hampir gak pernah mengunjungi anaknya lagi, dan si ayah sudah sibuk dengan keluarga barunya. Jasmiiine.. I heart you nduk, Allah wrote this life story for you to make you stronger than anyone else. Pingin nangis rasanya denger cerita tentang Jasmine. Yg saya herankan adalah, kok yaaaa ada yg ibu yg tega ninggal anaknya seperti ini. Dimana naluri keibuannya? Bagaimana nanti ia ingin dikenang oleh Jasmine, putri kecilnya ini?

Dalan hati yang sangat nyesek, saya bertarung dengan naluri yg penuh dengan perntanyaan.

"Jasmine..
Bagaimana nanti kamu akan mengenang Ibumu? Akan sebagai apa kamu mengenangnya? Sebagai sosok yg baikkah? burukkah? aaah, atau bahkan kamu sudah lupa kalau mempunyai seorang ibu? atau kamu masih ingat bagaimana ia merawatmu di hari-hari awalmu di dunia? Masih ingat dengan wajahnya? Bahkan sekecil ini kamu sudah kehilangannya.. bukan! bukan kehilangannya karena kematian. Tapi kehilangannya karena ia yg menginginkannya... Ia bisa saja terus bersamamu setiap saat, ia bisa saja menyeka air matamu ketika km sangat lapar dan ingin menyusu, ia bisa saja memeluk dan menimangmu hingga tertidur. JIKA IA MAU. Tapi ia memutuskan untuk tidak...

Aku hanya 'sakit' melihatmu seperti ini nak. Aku sakit dan malu sebagai seorang wanita yg sama seperti ibumu, memiliki anak perempuan seusiamu dan meninggalkanmu sendiri, mengacuhkan eksistensimu. Jasmine, bagaimana nanti kamu akan bertanya pada nenek tentang Ibumu? apakah nanti kamu akan bertanya 'Nek, ibuku dimana?', atau apa yg akan kamu lakukan ketika teman-temanmu bertanya tentang keberadaan ibumu? atau irikah kamu ketika melihat teman-temanmu bersama ibunya, sedangkan kamu tidak?

Jasmine..
Bagaimanapu Ibumu, kenanglah ia sebagai ibu yang baik. Ibu yang membawamu selama 9 bulan di perutnya. Wanita yg merasakan pahit manis, senang dan sedih ketika kamu di rahimnya. Wanita yang berjuang separuh jiwanya untuk melahirkanmu. Bagaimanapun sakitnya kamu ditinggalkan, bagaimanapun sakitnya kamu ketika membutuhkan peluknya dan ia tiada. Betapa terlukanya kamu ketika ia tak pernah ada di sampingmu hingga kamu tumbuh dewasa, betapa terlukanya kamu ketika tahu ia mengingkari keberadaanmu, menganggapmu tiada. Kenanglah ia sebagai ibu yg baik...

1 hal lagi Jasmine..
Apa ia tidak merindukanmu? Sama sekali?"

---
Kalau saya sih pinginnya bisa kaya gini terus sampai tua.. meluk Tabina terus sampai maut memisahkan :)

Ketika menulis ini,
Dua alis saya kian menegang, membentuk garis lurus yang saling bersinggungan. Dan pikiran yang melayang layang tak bisa dibendung tentang Jasmine.

Ya sudahlah, mari kita belajar dari Jasmine. Makhluk kecil yang tak berdosa itu. Semoga Allah selalu memberinya berkah, memberinya jalan yg baik, memberinya kelapangan hati, keikhlasan dan lautan sabar yg super dalam... amiin YRA.

Semoga kelak saya bisa membangun tempat berteduh dan memberikan kasih sayang untuk Jasmine Jasmine yg lain. Amiiin

Have a great Monday anyone..

Mau bobo dulu :)



»»  Read the entire post...

May 04, 2014

ASI Booster Review

Heiyoo..

Berhubung saya sekarang masih BUSUI alias Ibu menyusui, saya gak pernah lepas dari Suplemen pelancar ASI macem: Asifit, Moloco B12, Mama Soya, Milmor dsb. Saya pernah coba beberapa. Ada yg ngefek banget. Ada yang gak terlalu ngefek juga sih. Here they are:
1. ASIFIT: Setiap ibu yg habis melahirkan kebanyakan lari ke Asifit. Including me! *tunjuk tangan*
Asifit gak terlalu ngefek ke saya. Habis lahiran, ASI saya belum lancar. Jadilah nyuruh suami beli pelancar ASI ke apotek. Dan dapetlah dese Asifit. Tapi in my opinion, ASI saya waktu itu masih tetep mindrik mindrik, alias seuprit :( jadi kayaknya ASIFit kayaknya gak terlalu ngefek ke saya..

Harga: Gak tau, yg beli suami :D

2. Milmor: Milmor adalag sugar coated tablet. Kandungannya ada extract placenta (sapi) dkk. Tapi dengan sedikit menyesal saya bilang ini gak jauh beda dari Asifit. Gak terlalu ngefek buat saya. :(
Harga: lupa :D


3. Moloco B12: Tepuk tangan dulu dong buat Moloco, yg berhasil bikin ASI ngucur deras. Yep! This is the most recommended one. Sama seperti milmor. This is sugar coated tablet with placentae extract. Minumnya 3x sehari. Kadang baru minum 2 udah lancar. Kadang nunggu sehari (minum 3x) baru lancar. Pokoknya Te O Pe deh Moloco. Belinya di Apotek ya! Agak mehong sih tapi worth it banget lah sama kualitasnya :).
Harga: Rp. 3200 sebiji, ada yg jual Rp. 3400 bahkan Rp. 3600 (diminum 3x sehari selama 1 bulan. Jadi 1 bulan kurleb abis Rp. 300rb-an)

4. Mama Soya: Nah, kalau mau yg lebih alami ini dia. Mama Soya. Dia ini susu kedelai campur daun katuk dalam bentuk bubuk. Jadi bikinnya kaya kalo kita bikin susu menyusui gitu. Dan menurut saya, ini produk terbaik ke 2 setelah Moloco.
Harga: Rp. 25rb per pack (200 gram). Ada yg jual 27rb pr pack.



5. Asi Booster Tea: Namanya 'tea' walaupun tanpa kandungan teh sama sekali. Dia ini campuran beberapa macem biji-bijian. Ada habbatussauda seed, Fenugreek seed dkk. Bikinnya agak repot sih, karena kudu direbus. Takarannya, satu sendok biji2an ini direbus dengan 500ml air. Setelah warna agak kekuningan, baru diangkat. Boleh diminum pake gula. Macem minum teh banget lah. Dan rasanya pun enak lah untuk ukuran jamu. Meningkatkan produksi asi dlm 24-32 jam. This is the third best product.
Ini penampakan biji-bijian di dalemnya
Harga: Rp. 120rb. Tapi itungannya murah bo'. Karena sebulan gak abis.


6. Kamil Habbatussauda. Ini nih yg sering digembar gemborkan sebagai tanaman ajaib, termasuk untuk melancarkan ASI. Bentuk dalem kapsulnya berupa minyak Habbatussauda. Tapi, gak terlalu ngefek juga di saya. :(
Harga: Rp. 45rb --> belom abis ampe sekarang.

7. Habbat Habbatussauda. Ini kapsul berisi biji habbatussauda yg udah jadi bubuk. After taste-nya  kaya gimanaaa gitu di tenggorokan. Rada sengak, namanya aja tanaman herbal ya.. hehehe
Harga: Rp. 25rb (kalo gak salah. Lupa lupa inget) --> Ini juga masih sisa banyak di rumah.
Nyari fotonya di Google susyeh :))

8. Susu Kedelai. Nah ini juga yahud banget menurut saya.
Harga: Rp. 2500 se-plastik :D




»»  Read the entire post...

MC-ing Gathering PPDGS Perio FKG Unair angkatan 2011



Sneak Peek MCing PPDGS Perio FKG Unair
Sneak Peek MCing PPDGS FKG Unair 2014
2 minggu yang lalu, tiba-tiba ada yang nelpon hape saya. Menawari job ngemsi di tanggal tua. Alhamdulillah sekali.. Ngemsi dalam rangka gathering PPDGS Perio FKG Unair angkatan 2011 di Villa Blessing Hills Trawas. 

Diaturlah jadwal ketemuan dengan si klien. Short story short, ketemuan di the Loodst Coffee Mojokerto. Konsep acaranya dibikin fun, dengan game-game dan pembagian doorprize agar acara lebih memorable. Duuh, agak susyeh ya boo’ secara eke belom pernah ngemsi acara game-game-an gitu. Kalau semua game dan konsep udah disiapin panitianya mungkin oke oke aja ya.. tapi kalau eke sendiri yg disuruh nyari game yg pas, ngatur sendiri gimana-gimananya ya rada grogi juga ye ternyata. Sereeem.. takut acaranya gak sukses dsb.

Ya sudlah.. tiba di hari H. Karena acaranya super santai dan ada game-game-nya, maka saya memutuskan pakai celana panjang saja biar gampang lari-larinya. 

All in all.. acara lumayan berjalan lancar, terkecuali bagian game-nya. Karena yg awalnya saya kira udah disiapin semua propertinya, ternyata gak ada samsek. Jadinya kudu improve semua game deh.. hihihi. Gapapalah.. yang pernting akhirnya doorprize terbagikan, dan semuanya fun.


Alhamdulillah :)
»»  Read the entire post...

November 27, 2013

Nge-MC

Well, Did I ever told you that I do MC also? 
Udah lama banget sebenernya event ini  ya. Tahun lalu. Juli 2012. 

I was MC-ing for two book review talkshows in a day. The event itself was held by Kompas Gramedia named 'Kompas Gramedia Fair 2012' in Gramedia Expo Surabaya. It was a festive moment, though most of visitors were stuck on booths around the talk show area. But chairs provided in front of the stage was full then. It didn't matter. Here I show you the pictures.

The first talkshow was 'Bedah Buku with Gitanyali' for his two books: Blues Merbabu and 65.

The background was the talk show going on


This is the talkshow without me blocking the view :p

And taraaa.. I got this from Gitanyali :)

And here was the second talkshow. It was entitled 'Illustration on a novel' or sort of hehehe. It was Shienny M. S the author of Tetra-logy Thermelian - the first fantasy novels in Indonesia presenting the topic. I guess the books are magnificent.

I, Shienny M.S, and her book she gave

I, Shienny M.S and her book she gave [again]



I found this on Thermelian fanspage :)
 
This was how the show went. I and Shienny during the talkshow


This was the crowd. Courtesy of Thermelian fanspage.

And I got this. Thanks Shienny :")
And you know...
What is the most lovable thing being a Master of Ceremony for a book review talkshow? Getting [a] free book[s]. Yeaayy!
»»  Read the entire post...

October 25, 2013

"Nikmat mana yang kamu dustakan?" [Bersyukur]

Rabu kemarin..
Hari terakhir ke Deltasari. It was couple of weeks, saya dan suami ke rumah Deltasari, Waru, Sidoarjo angkut-angkut barang pindahan. Ya.. people say we're crazy, angkut-angkut barang buat pindahan pake MOTOR, sedikit demi sedikit, setiap hari, selama 1 minggu lebih ke Mojokerto. Kalau pindahannya deket gapapa kali ya, pake motor. Lha ini? 40 km boo'. CAPEK? Sangat! Tiap hari nyampe rumah jam 8an. Ngefek ke ASI yang semakin mindrik mindrik karena capek.

Sebelumnya, buka facebook, dan nemu postingan suami almarhumah mbak Zizah, teman kuliah. Si suami memposting foto istrinya (mb Zizah) yang sudah meninggal setahun yg lalu. Keduanya kakak tingkat kuliah saya. Dan yg bikin saya langsung meneteskan air mata adalah. Di foto tadi, mbak Zizah terlihat ketawa sama anaknya Monifa, yg waktu 'ditinggal pergi' masih berusia 1,5 tahun. Masih butuh ASI dan kasih sayang Ibu pake banget. Masih butuh dekapan Ibu, elusan Ibu ketika dia menangis, butuh hangat tubuh ibu ketika dia kedinginan, masih butuh keceriaan ibu untuk membangun hari-harinya. Monifa, yg kuat ya naaak.. walaupun waktu ditinggal, kamu masih belum ngerti apa-apa.

Di rumah Deltasari. Keluar gerbang rumah, ngunci gerbang dan seorang penjual bakso dengan gerobaknya lewat tepat di depan mata. Masih muda sekali. Mungkin usia-usia SMA awal. Wajah cukup rupawan untuk ukuran penjual bakso keliling. Tak sedikitpun tampak lelah. Tergurat riang yg samar di wajahnya. Masih tegap dan tampak bersemangat mendorong gerobak. Dalam hati, saya berkata.. "Ya Allah.. masih muda segitu, udah harus bekerja. Jadi penjual bakso keliling pula. Semoga Allah selalu melimpahkan rejeki untuknya."

Liat BBM, ada seorang teman yg pasang DP anaknya yg masih berusia 9 bulan diinfus. Waktu saya tanya kenapa, ternyata kena muntaber. Astaghfirullah.. masih sekecil itu harus diinfus, harus diopname, harus sakit muntaber. Semoga segera diberi kesembuhan amiin. Yang kuat ya naaak..

Tengok salah sattu grup emak emak di BB. 3 orang mengatakan kalau anak mereka muntaber juga. Sepertinya faktor pancaroba membuat Muntaber kian merebak. Semoga semuanya segera diberi kesembuah juga. Cepet sehat ya anak-anakku..

Keluar dari gang rumah Deltasari, sambil memegang satu tas besar barang bawaan, saya merasa bersyukuuuuurrr sekali dengan keadaan saya saat ini. Masih bisa memeluk Tabina seerat-eratnya, masih bisa melihat wajahnya, masih bisa menyusuinya, menenangkannya ketika menangis, menimangnya hingga tertidur, apapun untuknya. Saya, Tabina dan suami dalam keadaan sehat wal afiat tanpa kekurangan satu apapun.

Nikmat mana yg mau saya dustakan? Saya diberi kesehatan, kenikmatan yg luar biasa, Saya tidak perlu mencari uang dengan berjalan berkeliling kompleks perumahan. PP tiap hari Mojokerto - Surabaya, menempuh lebih dari 40 km tiap harinya, ASI sering seret karena kecapek'an, tapi fisik masih kuat dan tegap berdiri. Saya sangat bersyukur. Alhamdulillah.. nikmat mana yg saya dustakan?

“Barangiapa mensyukuri nikmat-Ku, maka akan Ku tambahkan nikmat baginya. Dan barangsiapa kufur terhadap nikmatKu, sesungguhnya adzab-Ku amat pedih.” 
(Q.S. Ibrahim : 7)

Esok, kami akan sangat merindukan perjalanan seperti ini lagi. Perjalanan yang amat melelahkan.

Yaah, soon soon I'm gonna leave all this. I'm gonna leave Surabaya. I'm gonna be missing everything here. Missing the heat of Surabaya, streets I usually pass, our struggle, my first coming on 2004, the place I first met him, my campus, Joglo - the place I used to hangout with college friends and him, Lidah Wetan, my best palls - Urat Nadi, my dorms, warung-warung tempe penyet, my pregnancy, Dr Ashon SpOg, Dr Melodian Ario SpOrt, witnessing Tabina's first move in my womb, Pung-Pung, Deltasari ambience, all happiness and tears, up and down. Everything happened here in Surabaya, Sidoarjo as well. It's been 9 years, so how can I'm not mellow and sad?

Dan ini semua bikin semakin kangen TABINA di rumah. Nangis..

Malam itu ditutup dengan air mata yang tiba-tiba menggenang di pelupuk mata. Menetes satu demi satu, dan perciknya menari-nari terbawa temaram malam. Tangan mempererat pelukan pada pinggangnya, dalam perjalanana Sidoarjo - Mojokerto.

Kangen, kangen Tabina. Dan bersyukur sangat..
Alhamdulillah, Thanks Allah for everything

»»  Read the entire post...

October 18, 2013

Bapak Pucung


Masih inget gak sih dengan binatang kecil nan lucu yang satu ini? Saya biasa menyebutnya bapak pucung.. entah apa nama latinnya :P

Dulu, waktu saya masih kecil, saya hobi bermain bersama bapak pucung. Sebelum main, saya biasanya berlari-lari kecil menuju rerumputan dan tanaman liar yang tumbuh merawa saking lebatnya, dan disana saya menemui keluarga besar bapak pucung. Bapak, Ibu, anak, pakdhe, budhe, kakek, nenek, semua berderet deret merayap dari satu daun ke daun lain. Dan saya biasanya memungut satu yang paling besar,
kemudian saya letakkan pada telapak tangan saya, dan saya siap untuk bermain dengan teman-teman sebaya sambil membawa bapak pucung. Baru nyadar betapa jahatnya saya.. memisahkan satu anggota bapak pucung dengan keluarganya..


“Maafkan aku bapak pucung..

itu karena aku gemas padamu.. :-* “

Dan hari ini tiba-tiba saya teringat akan kenangan masa kecil saya. Ceria, bikin kangen, penuh dengan petualangan khas anak-anak dengan warna-warninya :) . Satu hal yang membanggakan ketika saya masih anak-anak adalah bahwa walaupun saya bertubuh mungil, namun saya biasanya yang dijadikan ketua, pimpinan dan yang paling ditakuti dalam satu kelompok bermain, dulu nyebutnya ‘geng’ [genggong maksud lo?]. Teman-teman saya kebanyakan lebih besar daripada saya, namun selalu ‘menuakan’ saya. Saya yang bertugas mengatur main apa hari ini, beli jajan apa hari ini.. dsb.

Dulu seringnya beli jajan-jajan patungan, kemudian saling sharing. Atau yang paling ekstrim, saya memimpin pencurian beberapa singkong di kebun singkong milik tetangga sebelah rumah.. hwahahaha :) ) gile! cewek apa bukan saya ini. Dan.. karena kita masih anak-anak dengan peralatan terbatas, akhirnya.. proses pencolongan singkong hanya mampu dilakukan dengan mencabut singkong, dan menaruhnya begitu saja. Padahal saya yakin tetangga saya tahu itu, namun beliau diam saja.. dan lebih memilih membiarkan saya menikmati kegembiraan ‘mencuri’ singkongnya, yang waktu itu kami pikir hebat dan berani. Wii.. sebuah misi besar berhasil dijalankan. Alhasil.. kebun singkong tetangga jadi kacau. Hahahaha :) )

Setelah berhasil memperoleh singkong-singkong tidak halal itu, kami segera menyalakan api dan memanggang singkong-singkong hasil ‘curian’ :P . Entah sudah matang beneran, atau karena kami semua lapar, kami-pun memakan dengan lahap. Gak peduli mulut dan gigi kami jadi hitam karena abunya.. hmm, masa kanak-kanak yang indah.. :)

Well then, setiap sore kami main benteng-bentengan. Ya, karena saya yang selalu dijadikan ketua, maka banyak dari teman-teman kecil saya yang ingin jadi satu grup dengan saya. Kasian mereka yang menjadi kaum minoritas, kekurangan anggota. Ini hal yang sedikit sulit, karena saya harus memilih siapa saja yang akan menjadi anggota saya, dan membuang beberapa untuk anggota lawan. Haduuh, kan gak enak jadinya, kalau kita ngeluarin satu atau dua orang, dikiranya kita gak suka sama mereka… hehehe, that’s what I call the jolly on my childhood :)

Back to the fact bahwa saya yang selalu dijadikan panutan, suri tauladan bagi handai taulan [hallah], ada kejadian lucu suatu hari. Saat itu saya hanya sedang bermain dengan dua teman saya. Let’s call her Sulfia [she's a nurse at the moment] and Vika [she's a housewife at the moment]. Kami bermain sambil berlari-lari di atas teras rumah saya. Saya berlari di sebelah Sulfia, sedangkan Vika berlari agak jauh dari kami. Tanpa sengaja, saya menyenggol kaki Sulfia sampai ia terperosok, dan mukanya yang nyampe’ duluan ke lantai. Alhasil.. berdarahlah bibirnya. Saya ketakutan dan merasa bersalah, mencoba menenangkannya, demikian juga Vika. Saya buru-buru mengambil oba luka dan kapas. And you know what? Because of her loyalty and fear of me, dia malah menuduh Fika yang menyenggol kaki-nya hingga terjatuh. Padahal jelas-jelas saya yang ada disampingnya, dan Vika berlari agak jauh dari kami. Vika yang dituduh gak bisa bilang apa-apa kecuali ‘enggak.. enggak.. bukan aku.. bukan aku’ dan ia-pun gak berani menyebut nama saya sebagai tersangka utama, hehehe, good job girl.

Nah, saya merasa di atas angin, dan tentu saja saya tidak mengakui sebagai tersangka. Saya diam saja, pura-pura bego. Padahal yeee.. nenek-nenek peyot nangkring di pohon-pun tahu bahwa saya-lah yang menyenggol kakinya. Dan akibat jatuhnya itu, bibir Sulfia yang sobek harus dijahit. Entah berapa jahitan.. :/

“maafkan aku Sulfia.. yang gak mengakui kesalahan.. hiks. Kini kamu bisa mengobati luka-mu sendiri karena kamu seorang perawat bukan?” :)



Tiap sore, saya mendengarkan acara anak-anak. Waktu itu ada klab-klib [Dhea Ananda], Tralala Trilili [Agnes Monica], Kring-Kring Olala [Melisa Grace], Ci Luk Ba [Maissy].. mmm apa lagi ya. Favorit saya adalah trio kwek-kwek dan Enno Lerian hihihi.. hapal banget pokoknya, kalau nyanyi lagu anak-anak. Mulai dari Trio Kwek-kwek, Agnes Monica, Joshua, Enno Lerian, Chikita Meidy, Dhea Ananda, semua bisa. Kalau anak-anak zaman sekarang mah nyanyi-nya lagu Syahrini, 7Icons, Mulan Jameela sampai Peter Pan, gimana mau nyanyi lagu anak-anak.. lagu anak-anak dan penyanyi cilik udah musnah ditelan zaman.. masih ada sih beberapa penyanyi cilik, tapi gak kedengeran gaungnya. :( So sad..

Jadi ingat kakek saya yang sudah almarhum. Setiap pagi selalu bermain dengan saya, menyuruh saya melakukan sesuatu, seperti mimejit punggungnya, memijit kepalanya, dan ketika saya telah berhasil melakukannya, beliau selalu menyuruh saya membeli Fuji Mie. Yes, itu jajan zaman dulu bangeeettt, bungkusnya warna merah, isinya mie kering *nyam nyam nyam*. Lalu kami memakannya berdua, ya berdua saja.. sangat akrab dan hangat. Hmm.. kakek saya orang yang baik dan penyabar disamping gagah, tinggi dan tampan di masa mudanya. Pantas nenek saya tergila-gila, So sad that I didn’t even have a picture of him :( . Beliau meninggal pada tahun 1994, ketika saya masih SD. Saya ingat sekali waktu itu, saya bermain di rumah Sulfia, dan tiba-tiba para tetangga menyemut berbondong-bondong ke rumah kakek saya yang berada tepat di sebelah rumah saya. Saya kaget, dan bingung sekaligus bertanya-tanya ‘ngapain orang-orang ke rumah kakek’. Yang saya tahu, kakek sedang masuk angin dari tadi malam.

Dan tetangga saya yang lain, sekaligus sahabat Ibu saya tiba-tiba menggendong saya, dan membisikkan pada saya…

‘Mbah Aguslan meninggal…’

There’s nothing but I was so.. speechless, speechless that all I can do is crying like a river… he’s my best friend, we shared many things, we had warm and great moments everyday, he taught me how to do something, and he introduced me the meaning of sweet and bitter, he taught me to laugh, to utter, and he was the one who call me ‘Taying’, ‘Unying’ or ‘Naying’.. yes, he used to call me so. And I use the nickname ‘Taying’ until present. And he was the one who introduced me to Bapak Pucung, he was the one who taught me to play with Bapak Pucung. And whenever I saw Bapak Pucung, I just remember him… my first best friend. And now he cannot watch me grow up, he cannot laugh with me when I’m getting older. But well, you’re now watching from above, somewhere over the rainbow.

Well I miss my childhood as well as I miss my grandpa, my childhood best friend ever…
»»  Read the entire post...