Showing posts with label Tabina. Show all posts
Showing posts with label Tabina. Show all posts

September 07, 2014

Untuk Jasmine

Untuk Jasmine
Malam ini saya menjenguk saudara sepupu - si Veni - yang lagi sakit. Sambil bawa Tabina bermain-main di halaman rumahnya, si Ega (adik Veni) datang menggendong batita cantik, seusia Tabina mungkin, atau lebih tua.

Jasmine namanya.. yap! namanya secantik wajahnya. Cantiknya seperti anak selebritis, putih, hidungnya lebih mancung dari Tabina, bibirnya tipis nan mungil, senyum tersungging di wajahnya yang ceria, dua mata bulat membuatnya semakin menawan. *eh tetiba kok rada mellow eke??. Entah kenapa* Pertama kali bertemu, ia sudah memanah hati saya. Dengan cerewetnya, ia menggodai Tabina "adeeek cilukbaaa, adeeek cilukbaaaa" sembari membuka dua telapak tangan yang ia tutupkan di depan matanya.

Dalam hati saya nih ya.. "Nih anak cantik cantik kok gak terawat ya? Ibunya gimana nih?". Gimana saya gak berpikir demikian, daripada terlihat seperti batita yg terawat, cantik dan wangi, saya melihat mukanya coreng moreng karena spidol. Mukanya dicoret-coret bak kucing, iya.. kucing. Di pipi kanan kirinya ada masing-masing 3 kumis, di dahinya ada beberapa coretan, di janggutnya juga. I just wonder who the hell did this to you honey? If this happened to Tabina, I won't let the doer stay alive *hallah lebay*. Kakinya kotor bernoda tanah. Iya, dia sepertinya beraktivitas seharian di luar rumah tanpa alas kaki. Celana pendek yg ia pakai bolong-bolong. Kaos putihnya sedikit lusuh. Duh naaakkk ibumu mana sih? Kok kamu dibiarin kaya gini.. :( *sakit hati ini melihatnya*

Belum selesai saya berantem sama suara hati, si Ega nyeletuk "Awas mbak, Tabina jangan dideket-deketin Jasmine. Ini tukang gigit. Anak cul-cul-an dia". You know wht the meaning with 'anak cul-cul-an is?'.. well, dalam konteks  ini, anak cul-cul-an means, gak ada yg ngerawat, gak ada yg ngurusin, gak keurus. Saya melihat dua binar matanya yang masih bercanda-canda dengan Tabina dengan tatapan nanar. Oalaah nduuk nduuk, malangnya nasibmu. Nyesek!

Sejurus kemudian saya mendengar banyak cerita dari dalam rumah tentang si kecil Jasmine. Ibunya, yg notabene anak tunggal nan cantik rupawan dari keluarga kaya di Surabaya - menikah dengan ayah jasmine yg orang Mojokerto dalam kondisi hamil duluan. Entah itu benih ayah Jasmine atau orang lain.. yang pasti sejak mereka menikah, gak pernah mereka tinggal bareng. Ya.. tinggal nunggu si baby keluar untuk kemudian berpisah alias divorce. Mmm, mirip mirip cerita sinetron ye.. :D. Setelah Jasmine lahir, keduanya bercerai, kabarnya si ayah gak tahan dengan perilaku istrinya yg "bitchy". To make it short, Ibunya kembali ke Surabaya, bekerja sbg pramugari, Jasmine ditinggal di sini, ayahnya nikah lagi - dan Jadilah Jasmine tinggal dengan neneknya. Si Ibu hampir gak pernah mengunjungi anaknya lagi, dan si ayah sudah sibuk dengan keluarga barunya. Jasmiiine.. I heart you nduk, Allah wrote this life story for you to make you stronger than anyone else. Pingin nangis rasanya denger cerita tentang Jasmine. Yg saya herankan adalah, kok yaaaa ada yg ibu yg tega ninggal anaknya seperti ini. Dimana naluri keibuannya? Bagaimana nanti ia ingin dikenang oleh Jasmine, putri kecilnya ini?

Dalan hati yang sangat nyesek, saya bertarung dengan naluri yg penuh dengan perntanyaan.

"Jasmine..
Bagaimana nanti kamu akan mengenang Ibumu? Akan sebagai apa kamu mengenangnya? Sebagai sosok yg baikkah? burukkah? aaah, atau bahkan kamu sudah lupa kalau mempunyai seorang ibu? atau kamu masih ingat bagaimana ia merawatmu di hari-hari awalmu di dunia? Masih ingat dengan wajahnya? Bahkan sekecil ini kamu sudah kehilangannya.. bukan! bukan kehilangannya karena kematian. Tapi kehilangannya karena ia yg menginginkannya... Ia bisa saja terus bersamamu setiap saat, ia bisa saja menyeka air matamu ketika km sangat lapar dan ingin menyusu, ia bisa saja memeluk dan menimangmu hingga tertidur. JIKA IA MAU. Tapi ia memutuskan untuk tidak...

Aku hanya 'sakit' melihatmu seperti ini nak. Aku sakit dan malu sebagai seorang wanita yg sama seperti ibumu, memiliki anak perempuan seusiamu dan meninggalkanmu sendiri, mengacuhkan eksistensimu. Jasmine, bagaimana nanti kamu akan bertanya pada nenek tentang Ibumu? apakah nanti kamu akan bertanya 'Nek, ibuku dimana?', atau apa yg akan kamu lakukan ketika teman-temanmu bertanya tentang keberadaan ibumu? atau irikah kamu ketika melihat teman-temanmu bersama ibunya, sedangkan kamu tidak?

Jasmine..
Bagaimanapu Ibumu, kenanglah ia sebagai ibu yang baik. Ibu yang membawamu selama 9 bulan di perutnya. Wanita yg merasakan pahit manis, senang dan sedih ketika kamu di rahimnya. Wanita yang berjuang separuh jiwanya untuk melahirkanmu. Bagaimanapun sakitnya kamu ditinggalkan, bagaimanapun sakitnya kamu ketika membutuhkan peluknya dan ia tiada. Betapa terlukanya kamu ketika ia tak pernah ada di sampingmu hingga kamu tumbuh dewasa, betapa terlukanya kamu ketika tahu ia mengingkari keberadaanmu, menganggapmu tiada. Kenanglah ia sebagai ibu yg baik...

1 hal lagi Jasmine..
Apa ia tidak merindukanmu? Sama sekali?"

---
Kalau saya sih pinginnya bisa kaya gini terus sampai tua.. meluk Tabina terus sampai maut memisahkan :)

Ketika menulis ini,
Dua alis saya kian menegang, membentuk garis lurus yang saling bersinggungan. Dan pikiran yang melayang layang tak bisa dibendung tentang Jasmine.

Ya sudahlah, mari kita belajar dari Jasmine. Makhluk kecil yang tak berdosa itu. Semoga Allah selalu memberinya berkah, memberinya jalan yg baik, memberinya kelapangan hati, keikhlasan dan lautan sabar yg super dalam... amiin YRA.

Semoga kelak saya bisa membangun tempat berteduh dan memberikan kasih sayang untuk Jasmine Jasmine yg lain. Amiiin

Have a great Monday anyone..

Mau bobo dulu :)



»»  Read the entire post...

May 04, 2014

ASI Booster Review

Heiyoo..

Berhubung saya sekarang masih BUSUI alias Ibu menyusui, saya gak pernah lepas dari Suplemen pelancar ASI macem: Asifit, Moloco B12, Mama Soya, Milmor dsb. Saya pernah coba beberapa. Ada yg ngefek banget. Ada yang gak terlalu ngefek juga sih. Here they are:
1. ASIFIT: Setiap ibu yg habis melahirkan kebanyakan lari ke Asifit. Including me! *tunjuk tangan*
Asifit gak terlalu ngefek ke saya. Habis lahiran, ASI saya belum lancar. Jadilah nyuruh suami beli pelancar ASI ke apotek. Dan dapetlah dese Asifit. Tapi in my opinion, ASI saya waktu itu masih tetep mindrik mindrik, alias seuprit :( jadi kayaknya ASIFit kayaknya gak terlalu ngefek ke saya..

Harga: Gak tau, yg beli suami :D

2. Milmor: Milmor adalag sugar coated tablet. Kandungannya ada extract placenta (sapi) dkk. Tapi dengan sedikit menyesal saya bilang ini gak jauh beda dari Asifit. Gak terlalu ngefek buat saya. :(
Harga: lupa :D


3. Moloco B12: Tepuk tangan dulu dong buat Moloco, yg berhasil bikin ASI ngucur deras. Yep! This is the most recommended one. Sama seperti milmor. This is sugar coated tablet with placentae extract. Minumnya 3x sehari. Kadang baru minum 2 udah lancar. Kadang nunggu sehari (minum 3x) baru lancar. Pokoknya Te O Pe deh Moloco. Belinya di Apotek ya! Agak mehong sih tapi worth it banget lah sama kualitasnya :).
Harga: Rp. 3200 sebiji, ada yg jual Rp. 3400 bahkan Rp. 3600 (diminum 3x sehari selama 1 bulan. Jadi 1 bulan kurleb abis Rp. 300rb-an)

4. Mama Soya: Nah, kalau mau yg lebih alami ini dia. Mama Soya. Dia ini susu kedelai campur daun katuk dalam bentuk bubuk. Jadi bikinnya kaya kalo kita bikin susu menyusui gitu. Dan menurut saya, ini produk terbaik ke 2 setelah Moloco.
Harga: Rp. 25rb per pack (200 gram). Ada yg jual 27rb pr pack.



5. Asi Booster Tea: Namanya 'tea' walaupun tanpa kandungan teh sama sekali. Dia ini campuran beberapa macem biji-bijian. Ada habbatussauda seed, Fenugreek seed dkk. Bikinnya agak repot sih, karena kudu direbus. Takarannya, satu sendok biji2an ini direbus dengan 500ml air. Setelah warna agak kekuningan, baru diangkat. Boleh diminum pake gula. Macem minum teh banget lah. Dan rasanya pun enak lah untuk ukuran jamu. Meningkatkan produksi asi dlm 24-32 jam. This is the third best product.
Ini penampakan biji-bijian di dalemnya
Harga: Rp. 120rb. Tapi itungannya murah bo'. Karena sebulan gak abis.


6. Kamil Habbatussauda. Ini nih yg sering digembar gemborkan sebagai tanaman ajaib, termasuk untuk melancarkan ASI. Bentuk dalem kapsulnya berupa minyak Habbatussauda. Tapi, gak terlalu ngefek juga di saya. :(
Harga: Rp. 45rb --> belom abis ampe sekarang.

7. Habbat Habbatussauda. Ini kapsul berisi biji habbatussauda yg udah jadi bubuk. After taste-nya  kaya gimanaaa gitu di tenggorokan. Rada sengak, namanya aja tanaman herbal ya.. hehehe
Harga: Rp. 25rb (kalo gak salah. Lupa lupa inget) --> Ini juga masih sisa banyak di rumah.
Nyari fotonya di Google susyeh :))

8. Susu Kedelai. Nah ini juga yahud banget menurut saya.
Harga: Rp. 2500 se-plastik :D




»»  Read the entire post...

October 18, 2013

Langkah Kecil

Dua bulan lagi, saya bakal resmi mencopot gelar sebagai Sammies (panggilan untuk karyawan SAM Design). Yup, I have decided to resign. After all this time, setelah sekian lama. Setelah 3 tahun saya bermain, brsenang-senang di sini. Ya, di sini saya hanya bersenang - senang, karena hanya senang yg saya rasakan. Jauuuh dari rasa tertekan, sedih atau kerja karena terpaksa. Kecuali kalau lembur sampai pagi ya hahahaha. Tapi overall, SAM yg paling berkenan di hati saya. Apa namanya kalau gak cinta, hingga saya bisa bertahan selama 3 tahun lebih? Kalau bukan karena memprioritaskan keluarga, tentu saya masiiih ingin disini. Masih ingin bekerja dengan cinta, berkarya dari hati di sini.

Sebagai copywritwer divisi Digital Motion selama 3 tahun, banyak ilmu dan pelajaran yg saya dapat tentang copywriting, advertising, agency, mmm apa lagi ya? perjalanan tentang hidup juga tentunya. Karena ketika masih bekerja di SAM Design, saya memulai lembaran baru - menikah di 2012, dan mempunyai bayi kecil yg lucu di 2013. Nothing more I can say but being thankfull for everything I've got.
Semangat yuuk Tabi
Next...
Bismillah untuk beberapa langkah kecil ke depan. Masa depan saya, suami dan  Tabina. Untuk keluarga saya...

Saya berencana membuka online shop yg menjual ini, ini dan itu. Ihihihi, masih pamali ya.. kalau disebutkan disini. Yg pasti online shop ini saya buka karena rasa cinta saya.

Dan satu lagi, satu website yg akan live dengan menjual jasa. Jadi nantinya gak hanya jualan barang , tapi jualan jasa juga. Tentunya masih berhubungan dengan bidang saya sebagai copywriter, translator, voice talent dan MC yg akan menyediakan layanan copywriting, translating, dan Voice Over-ing.

Sudah melirik beberapa perusahaan pembuat website juga tentunya. Yg terjangkau, namun masih sesuai harapan.

Bismillah.. semoga beberapa langkah kecil ini akan menjadi besar, akan mewujudkan mimpi saya menjadi mompreneur. Bisa terus bersama si kecil, namun tetap 'tidak diam'. Amiin amiin...
Tentunya masih ada si gembul yg gak bisa diem ini sbg sumber semangat :)
»»  Read the entire post...

October 12, 2013

Baby Blues Syndrome

Haloo.. Long time no see eh write huh?

Sekarang si Tabina udah 5 bulan aja loh. Tanggal 27 Oktober ini udah 6 bulan, udah mulai MPASI. Can't wait her first meal. Can't wait feeding her pure fruits or veggies! yay!
But ya know I'm not gonna talk about her MPASI, instead of Baby Blues, as the title said.

Hayoo, buibu yg setelah lahiran gak mengalami baby blues angkat tangan? Ada gitu? *ude telat banget sebenernya bahas ini*

Well, dulu.. saya pikir Baby blues itu hanya dialami ibu-ibu yang manja. Ibu-ibu yg lebay, yg telalu gak mau terima kalo udah punya baby. Awalnya..
Dan, setelah saya merasakan sendiri.. I thing I got baby blues syndrome as well :(

Masa-masa terkelam (minjem istilah temen) terjadi selama 40 hari setelah kita melahirkan. Duh, jangankan 40 hari ya.. 1 hari aja rasanya lamaaaaaaaaa. Nih ya:

1. Abis ngelahirin, seluruh tubuh terutama kaki rasanya puegeeel. Kita kaya keabisan tenaga. Bahkan dalam kasus eke, kaki rasanya masih gemeteran setelah lahiran. It's natural sih :)

2. Di tradisi Jawa, sebelum selapan (36-40 hari) ibu yg abis melahirkan dilarang tidur siang, karena bisa bikin darah putih naik, dan bikin si ibu yg abis melahirkan ini pucet - kata emak eke. Nah emang kalo pucet kenapa? Kan yg pucet kita, yg punya body, yg punya muka kita? Sebodo amat deh, yg penting bisa istirahat yg banyak untuk memulihkan tenaga. Itu yg sebenernya pingin saya lakuin. Ignoring mother's rule! Eke sih gak ngurus banget sama aturan2 itu, plus gak percaya selama gak ada yg bisa ngasih penjelasan ilmiahnya. I gues that's just a myth. Why? Since my mom can never give a clear explanation about that. Setiap saya tanya, "kenapa sih gak boleh bobo siang? Kan kalo malem gak bisa bobo tenang soalnya bayi masih suka kebangun beberapa kali, dan susah bikin dia tidur lagi, eh masak siangnya gak boleh istirahat juga? Kasian kita dong, para busui.. gak bisa istirahat siang malam? bakal legrek jaya badan ini!"
and my mom would only answered
"Wes.. pokoke gak oleh. Ket biyen yo ngunu wisan" #blah
Ya gini ini.. orang jadul alias jaman duluuuu. Gak tau penjelasan ilmiahnya, tapi nuruuut aja. Maafkan aku ya mom :P

Point ke 2 ini sih yg paling bikin eke gondok! Nah tiap siang dibela-belain melek sama mommy ogut buat njaga ogut supaya gak terlelap. Ya elaaah, sampe segitunya sih mommy..

Tapi namanya maling pasti lebih cerdik daripada polisi dong. Nah, tiap mommy gak ada di rumah pas siang, ato pas mommy dengan indahnya ketiduran depan Tipi (namanya juga orang tua ya bo'.. ngantukan :D) eke ikutan bobo. Begitu dese kebangun dan mendapati eke dalam keadaan lelap, gak bakal dibangunin deh ngeliat muka eke yg innocent plus melas. Nah biar keliatan melas ini ada resepnya lho buibu.. tampakkan kecapek'an kita. Tampakkan wajah berminyak tak terawat kita, tampakkan ke-tidak-giras-an kita *bahasa apa ini!*. Ini buat meyakinkan mereka-mereka yg pro 'Gak Boleh Bobo Siang'.

Back to my story. Jadinya gitu. Kalo siang si bayik kan pasti bobo'nya nih. Rumah pada sante. Mommy yg lagi leha-leha depan tipi, pasti bakal ketiduran dalam hitungan detik. Bener aja. Eke yg duduk di kursi panjang depan tipi langsung sante mejemin mata pulak. Aaah indahnya dunia.. :D
Nah enak banget, situ semua merem.. eke sendiri yg sedang dalam masa recovery gak boleh bobo.

5. Being judged. Ini juga yg bikin super pusing. Banyak tamu yg dateng. Sodara, temen, tetangga. Dan mereka para generasi senior somehow love judging what I'm doing. Jangan gini, jangan gitu. Ini salah, itu salah. Kudu gini, kudu gitu. Kaki kudu lurus, gak boleh nekuk, gak boleh bungkuk. Bayi nangis terus, tanda eke gak bisa meng-handle dengan baik. Ini kadang-kadang bikin saya nangis sendiri. Pernah ngerasa jadi ibu yg super gak berguna karena judgement yg bikin telinga panas. Sering pulak! Nangis di pojokan kamar, sambil meratapi nasib. 'Oooh se-tidak berguna inikah diriku sebagai ibu?'. Fiuuh, as time flies, sekarang-sekarang baru nyadar kalo waktu itu mungkin saya yg terlalu sensitif ya. Soalnya, kalo sekarang di judge kaya' gitu mah gak bakal mempan. Hahaha, cuek aja dah!

6. Bayi masih suka kebangun malam. Bayi belom bisa tidur lama. Yup, this is what every mom experiences I guess. Semua bayi yang baru lahir, pasti masih suka kebangun malam hari. Kebayang kan yaaa, kita yg baru lahiran, badan masih capek-capek, lemes semua musti bangun 3 jam sekali demi nenenin dan nidurin bayi. Nah, gimana kelelahan ini mau ilang? Yg ada, walopun bayi nangis, pingin tetep merem aja. Hehehe, untung ada my mom yg siap nggendong Tabina kapanpun dia mulai Oeek. Tentunya setelah nenen ibunya dulu dong. :)

7. Gak boleh kemana-mana selama sebelum selapan. Alias terkurung sendiri di rumah. Nah, yang satu ini juga cukup bikin stress. Kita yg dalam keadaan totally exhausted ini gak boleh kemana-mana sebelum selapan. Padahal kita butuh banget refreshing yaaa.. hiks.

Itu baru segelintir dari semua alasan yg bikin para mommies baby blues ya. Tapi 7 di atas adalah yg utama *hallah.

Dan yang terjadi adalah.. seriiing sekali saya nangis di sebelah bayik yg lagi  tidur mendengkur, ato sambil nenenin, dalam hati meratap "Ya Allaaah, sesulit ini kah jadi ibu? seberat ini kah?" dan ratapan-ratapan anak tiri sejenisnya.

Setelah selapan, apa yg terjadi sodara-sodara? Gembira ria, cerah ceria! all misery has been gone :) dan syukur Alhamdulillah saya punya suami juara! yg siap menggantikan kerjaan saya, apa saja, kapan saja, dimana saja, ngapain aja. Siap gendong Tabina keliling rumah, ketika emaknya lagi super lelah. Suamiku nomer 1.

Nah kalo bayiknya se lucu ini sih sapa yg nolak yaaa. Tabina, 5 mo
Yasud, next I'll be posting about ASIP, MPASI, Breastpumps review, ASI Booster review.. mmm apalagi ya?

NB: postingan ini bukan ditujukan untuk menciutkan nyali para bumil, para calon pengantin, ato pengantin baru yg berencana mau punya anak dalam waktu dekat. Cuma mau share pengalaman eke ajah selama baby blues - menanti masa selapanan.
»»  Read the entire post...

July 17, 2013

My Birth Story

Jum'at, 26 Apil 2013
Setelah menunggu mulas yg gak dateng-dateng, sampailah pada hari Jum'at. Seperti biasa, pagi diisi dengan jalan pagi. Ada rasa mulas yg masih samar di perut. Rasanya seperti PMS. Kalo orang Jawa bilang dilep. Saya masih belum yakin ini mulas mau lahiran atau bukan.

Jam 10 am
Menjelang siang, mulas semakin nyata walau belum sakit. Tiap setengah jam-an terasa sedikit mulas. Gerakan dedek di perut kerasa semakin ke bawah.

Tapi karena belum kerasa sakit, masih bisa jalan-jalan dong saya. Masih bisa fotocopy KK (karena saya ambil Jampersal), masih bisa belanja perbekalan. Hihi saking yakinnya bakal lahiran besok, langsung beli makanan2 plus minuman2 bergizi penambah tenaga. Di Alfamart, karena sudah merasakan mulas, jadi sempet beberapa kali diam di tempat sambil mercing mercing hihi.

Jam 2 pm
Semakin terasa mulasnya. Perlahan tapi pasti. Saat itu lagi asyik2nya sharing sama kakak tentang kelahiran 2 anaknya dulu. Lumayan bikin tenang. Dari awal memang udah gak ada rasa takut atoo nervous sama sekali sih menghadapi lahiran, Alhamdulillah. Yang ada malah super excited pingin segera ketemu baby. :)

Sore saya sms suami yang kerja di Sby,  ngabarin kalau mulasnya sudah semakin terasa, teratur, tapi kemungkinan lahir besok. Masih lama.

Ba'da Maghrib 
Mulas, kontraksi semakin teratur 15 menit sekali, dan semakin sakit tentunya. Langsung sms suami, suami khawatir, dan memutuskan pulang ke Mojokerto saat itu juga.

Nyampe rumah, suami menyarankan saya untuk langsung ke puskesmas karena kontraksi udah tiap 10 menit. Tapi saya kekeuh belum mau berangkat karena sakitnya masih bisa ditahan. Males kan kalo nyampe tempat bersalinnya, ternyata masih bukaan 1, dan harus nunggu lama disana? Mending istirahat di rumah :D

Waktunya tidur malam, saya coba pejam2in mata gak bisa. Kontraksi semakin menjadi-jadi.

Sabtu, 27 April 2013
Dini hari suami setengah memaksa saya untuk berangkat ke puskesmas. Saya masih kekeuh gak mau. Pinginnya nanti kalo kontraksinya udah teratur 5 menit sekali, sekalian kalau udah subuh baru deh berangkat. Dan kembali saya mencoba terpejam. Gak bisaaaa.

4.30 am
Adzan subuh udah berkumandang. Kontraksi sudah gak bisa ditahan. Setiap 5 menit sekali, dengan prosentase sakit yang sudah 3x lipat dari sakit semula. Secepat kilat saya ganti baju, daster dengan kancing depan penuh. Suami yang dari semalam gak tidur karena nungguin saya, semakin panas dingin. Saya bangunkan bapak, ibu. Setelah memeriksa barang bawaan, cuci muka dsb, berangkatlah kami menuju puskesmas kecamatan.

5.30 am
Sampai di puskesmas. Para bidan langsung nyuruh saya masuk ruang observasi. Dokter kandungan dan seorang bidan masuk ruangan untuk memeriksa dalam, detak jantung bayi dkk. And you know what. Pertama kali ngerasain periksa dalam.. rasanya aneh, arrrgh! bikin jengkel hahaha.

Ternyata saya baru bukaan 3 lebih, 4 kurang. Masih kurang 7 bukaan lagi boow. Bidan nyuruh saya banyak jalan biar bukaannya cepet.

Bukaan segini masih kuat jalan jalan sih. Santai kaya dipantai. Sampai ada ibu-ibu tanya apakah saya mau melahirkan. Saya jawab 'iya', dan ibu itu heran 'kok santai banget ? gak keliatan sakit ?'. Hehehe, itu hanya awal ciin.. bukaan-bukaan berikutnya lebih dahsyat.

9 am
Diperiksa dalam lagi. Lupa udah bukaan berapa. Bukaan 5 kalo gak salah. Saya udah gak kuat jalan. Bisanya rebahan di kasur sambil muka cemberut hahaha.

12 pm
Kalo gak salah pada jam ini udah bukaan 7. Dan disini dimulailah rasa sakit yang super duper wow. Baru ngerasa sakit yang kaya gini. Cuma bisa tidur melungker dengan muka nahan sakit. Mata cuma bisa merem.

Bidan memperkirakan proses lahiran akan terjadi jam 5 sore. Appa?? jam 5?? masih lama dooonkk hihihiks :'(

*Lupa jam berapa lagi diperiksa dalam. Yang pasti, saking seringnya periksa dalam, sampe2 saya ngerasa biasa aja diperiksa dalam. Gak se-menjengkelkan yang pertama. Hihi..

Tips menghadapi periksa dalam:
Pasrah aja dah ama bidan. Mau tangan bidan ngapain aja, pasrah aja lah..


5 pm
Bidan pun datang. Berharap banget bukaan udah lengkap, tinggal mengejan. Tapi sungguh mengecewakan bidan bilang bukaan belum lengkap, masih 8 ato 9 gitu. Lupa. Jadilah kita nunggu 1 jam lagi untuk liat perkembangannya.

Rasa sakit kontraksi semakin menjadi-jadi. Lemes. As I told, mata saya merem tapi sempet ngintipin suami yang dengan setia nemenin saya di samping kasur. Rupanya sedang berdoa sambil nangis, gak tega ngeliat saya katanya.

Oia, di sini saya diinfus, karena suhu badan saya meningkat alias panas. Mungkin gara2 saya lemas, kurang tenaga. Sejak bukaan 4, saya udah gak mau makan, udah lemes, sakiiiit. Tapi syukurlah, air gula really helped when I was down. Bener2 tenaga untuk survive, tenaga untuk mengejan dari air gula 1 liter :)

Para bidan cuma takut saya gak kuat mengejan nantinya. Bismillah kuat ya bid.. (manggil bidan maksudnya..)

6 pm
Bidan datang lagi. Yes! bukaan udah 10, bukaan lengkap. Tapi.. masih ada problem sodara. Bukaan belum sempurna karena kepala bayi masih agak jauh. Jadilah bidan menelpon dokter kandungan yg biasanya bertugas di sini. Dari telpon, dokter menyuruh bidan untuk merujuk saya ke RSUD, untuk C-sect alias operasi caesar. Huaaa.. sedihnya bukan main.

Karena dari awal saya udah kepingin lahiran normal. Belom lagi bayangin saya harus diangkut ambulance menuju RSUD, wong sakitnya ini udah gak nahan banget. Udah pingiiiin ngejan, tapi belom boleh karena blm waktunya (baca: kepala bayi masih agak jauh).

Menjelang 6.30 pm
Syukurlah bidan senior yang menangani saya sangat sabar, telaten dan pantang nyerah. Ketika asisten bidan mulai menulis surat rujukan (untuk C-sect) ke RSUD, bidan senior ini malah memeriksa dalam saya lagi. Dan Alhamdulillaaaaahhh.. this is how a magical moment on baby birthing worked. Bukaan udah lengkap sempurna, kepala bayi udah deket banget mau keluar. Dalam waktu sesingkat itu. Kemudian bidan menginstruksikan saya untuk mengejan.

6.30 pm
Kalau wanita2 lain mengejan untuk lahiran hanya butuh 2x atau 3x. Kalau saya.. berkali kali boow! serius!. Dari jam setengah 7 sampai jam setengah 8. Syukurlah, suami tak pernah absen di samping saya, ngasih air gula di tengah perjuangan antara hidup dan mati itu. Demi tenaga terpelihara hingga akhir perjuangan. Dan yang sedikit menjengkelkan adalah suami ikutan mengejan waktu saya mengejan. Mukanya di deket2in muka saya, sambil mengejan. Mukanya jadi aneh, dan saat itu rasanya sangaaaattt jengkelin dia. Hahaha, but I love u anyway darl, yang udah 2 hari gak tidur demi istri dan anaknya..

7.30 pm
Finally.. here comes our babygirl. Akhirnya si baby bisa keluar juga, tapi tangis pertamanya sedikit tertahan karena ternyata ada lilitan di lehernya bo'! badannya putih pucat. Begitu bidan membalikkan badannya menjadi posisi tengkurap dan mencabik lilitannya, tangis pertamanya langsung pecah, memecah keheningan, tubuhnya langsung merah. *ini kata suami saya sih, saya gak liat hihi.
Nya Nya Nyaaah
Yang pasti setelah itu dilakukan IMD. And you know what? si baby gagal IMD. Then I called her 'bayi gagal IMD' hahaha. Why did she fail? yes, due to my big-size breast yg menjulang tinggi. Si baby yang mencoba meraih agak kesulitan karena tinggi itu.. hihihi. Maaf ya, kalo bahasanya agak vulgar.

Then the midwife yg menyaksikan momen ini rada gemes, daripada kelamaan diambillah si baby untuk dibersihkan, diukur panjang dan bb, diadzanin sama ayahnya. Hanya berselang sekutar 5 menit. Setelah itu dibawa ke ibunya lagi (read: me), IMD ulang hahaha. Tapi langsung saya sodorin deh, bak anak kucing kelaparan, dia menghisap sekuat tenaga. And this one was so amazing. Can't believe I'm already a mom, knowing a tiny living thing depends on me to live :)

Bidan sempet tanya, beberapa saat setelah baby keluar...
 
Bidan: "Ini prediksinya lahir brapa kilo sih mbak? kok lama keluarnya?"
Saya : "Mmm, kayaknya 3,2 kilo deh bu.."
Bidan: "Masa'?? lebih deh.." *sambil nimbang bayi*
          "3,6 kilo niiih bu'. Pantes susah ngeluarinnya, lha wong gedhe gini bayinya, ibunya kecil.." *geleng2 kepala
Setelah itu terdengar petuah-petuah kecil yang terdengar seperti omelan tentang bayi dengan bb terlalu besar.
Jiiih.. baby guahh kan gak besar-besar amat kan buu bid? besar sih iya :D

Okeh! We named the baby 'Tabina Kirana'. Then let's call her Tabina..

Setelah lahir si Tabina ini, akhirnya kami pindah ke kamar rawat. Nah, karena ini Jampersal, saya harus rela sekamar dengan beberapa orang lainnya, jika kebetulan ada yg melahirkan juga. Tapi Alhamdulillah, hari itu tidak ada pasien melahirkan selain saya. Jadinya kaya kamar VIP dengan 3 kasur di dalam. Keluarga saya bisa njenguk dengan leluasa.


Suami tidur di kasur 2, ibu saya tidur di kasur 3, dan tentunya baby Tabi bisa rooming in bareng kami di box tersendiri hihihi.
Ayah seneng banget udah punya baby.. :")

Yang Ti - Tabina - Ibunya Tabina

Tabina sok imut :P
Keesokan harinya kami sudah boleh pulang. Melengganglah saya, membayangkan setelah ini sudah bisa tidur tengkurep hihi.. (one thing I missed a lot). Seorang petugas bertanya waktu kami jalan pulang:
"Lhoo mbak, jalannya kok udah cepet gitu?"
Saya cuma tersenyum kecil. Dalam hati 'eeh?? cepet? cepet mananya? ini kan pake selendang batik.. mana mungkin bisa cepet. Bagiku ini lambat lho chiindth!'

Syukur Alhamdulillah atas berkah yang tak terkira ini. Overall, semuanya lancar.. :)

Nah, kalo ada yang tanya tentang Per-Jampersal-an, akan saya bahas di postingan selanjutnya, okreeh!
 
**
»»  Read the entire post...

Melahirkan.. :")

Heihooo..

Niatnya mau bikin postingan sebelum melahirkan, since masih ada utang juga posting masa2 TM3 kehamilan -_-"

Tapi apa daya, hehehe gak sempet ngetiknya. Gimana mau mikirin postingan, tiap hari nyang diliat cuma situs-situs barang-barang bayik. Kalo gak gitu buka theurbanmama.com atau ibuhamil.com hahaha serius ini!

Nanti deh kalo kalian hamil tua, pasti tiap hari yang dibuka cuma online shopnya baby stuff, ato forum-forum bumil. Hihihi

Well mau ngomong ini aja, intronya panjang banget yak!

Saya sudah melahirkaaaaannn *my birth story* menyusul yak..

Tgl 27 April 2013, pukul 7.30 pm, a baby girl was born, and named "R. Aj. Tabina Kirana"

*hiks maap ciin, karena pesen leluhur, 'R. Aj' kagak boleh dibuang*

Few minutes after she was born
  
This was few hours after she was born. Liat lengannya, seperti petinju :P

Panjang 50 cm, berat 3.6 kg, dan lahir secara normal. Asiik, dia sama Taurusnya dengan Ibunya..

Ehem, goes to the meaning of its name.

'Tabina' means the follower [Women] of Muhammad our prophet. 
And Kirana means light, bright, pretty, beautiful - and it is due to my likeness of the word Kirana. This word in my opinion is cool! *ibunya gak penting yak!*. 
In long, 'Tabina Kirana' means a bright woman who follows Muhammad.

Sekarang udah seperti apa Tabina:
Ya gini ini.. doyannya dipangku hadap depan, digendong bediri (duh nak blon waktunyaa), ketawa ketiwi, ngobrol sendiri :)
Phiiih, kalo gini sok manis dia.. :D


Thus as parents, we hope this pretty baby girl will be as bright as its name, as shalihah as its name, smart, and of course makes us all proud. Ameen...

Yasud, ngaso dulu.. Dadah bubaaayyy!
»»  Read the entire post...