November 27, 2013

Nge-MC

Well, Did I ever told you that I do MC also? 
Udah lama banget sebenernya event ini  ya. Tahun lalu. Juli 2012. 

I was MC-ing for two book review talkshows in a day. The event itself was held by Kompas Gramedia named 'Kompas Gramedia Fair 2012' in Gramedia Expo Surabaya. It was a festive moment, though most of visitors were stuck on booths around the talk show area. But chairs provided in front of the stage was full then. It didn't matter. Here I show you the pictures.

The first talkshow was 'Bedah Buku with Gitanyali' for his two books: Blues Merbabu and 65.

The background was the talk show going on


This is the talkshow without me blocking the view :p

And taraaa.. I got this from Gitanyali :)

And here was the second talkshow. It was entitled 'Illustration on a novel' or sort of hehehe. It was Shienny M. S the author of Tetra-logy Thermelian - the first fantasy novels in Indonesia presenting the topic. I guess the books are magnificent.

I, Shienny M.S, and her book she gave

I, Shienny M.S and her book she gave [again]



I found this on Thermelian fanspage :)
 
This was how the show went. I and Shienny during the talkshow


This was the crowd. Courtesy of Thermelian fanspage.

And I got this. Thanks Shienny :")
And you know...
What is the most lovable thing being a Master of Ceremony for a book review talkshow? Getting [a] free book[s]. Yeaayy!
»»  Read the entire post...

October 25, 2013

"Nikmat mana yang kamu dustakan?" [Bersyukur]

Rabu kemarin..
Hari terakhir ke Deltasari. It was couple of weeks, saya dan suami ke rumah Deltasari, Waru, Sidoarjo angkut-angkut barang pindahan. Ya.. people say we're crazy, angkut-angkut barang buat pindahan pake MOTOR, sedikit demi sedikit, setiap hari, selama 1 minggu lebih ke Mojokerto. Kalau pindahannya deket gapapa kali ya, pake motor. Lha ini? 40 km boo'. CAPEK? Sangat! Tiap hari nyampe rumah jam 8an. Ngefek ke ASI yang semakin mindrik mindrik karena capek.

Sebelumnya, buka facebook, dan nemu postingan suami almarhumah mbak Zizah, teman kuliah. Si suami memposting foto istrinya (mb Zizah) yang sudah meninggal setahun yg lalu. Keduanya kakak tingkat kuliah saya. Dan yg bikin saya langsung meneteskan air mata adalah. Di foto tadi, mbak Zizah terlihat ketawa sama anaknya Monifa, yg waktu 'ditinggal pergi' masih berusia 1,5 tahun. Masih butuh ASI dan kasih sayang Ibu pake banget. Masih butuh dekapan Ibu, elusan Ibu ketika dia menangis, butuh hangat tubuh ibu ketika dia kedinginan, masih butuh keceriaan ibu untuk membangun hari-harinya. Monifa, yg kuat ya naaak.. walaupun waktu ditinggal, kamu masih belum ngerti apa-apa.

Di rumah Deltasari. Keluar gerbang rumah, ngunci gerbang dan seorang penjual bakso dengan gerobaknya lewat tepat di depan mata. Masih muda sekali. Mungkin usia-usia SMA awal. Wajah cukup rupawan untuk ukuran penjual bakso keliling. Tak sedikitpun tampak lelah. Tergurat riang yg samar di wajahnya. Masih tegap dan tampak bersemangat mendorong gerobak. Dalam hati, saya berkata.. "Ya Allah.. masih muda segitu, udah harus bekerja. Jadi penjual bakso keliling pula. Semoga Allah selalu melimpahkan rejeki untuknya."

Liat BBM, ada seorang teman yg pasang DP anaknya yg masih berusia 9 bulan diinfus. Waktu saya tanya kenapa, ternyata kena muntaber. Astaghfirullah.. masih sekecil itu harus diinfus, harus diopname, harus sakit muntaber. Semoga segera diberi kesembuhan amiin. Yang kuat ya naaak..

Tengok salah sattu grup emak emak di BB. 3 orang mengatakan kalau anak mereka muntaber juga. Sepertinya faktor pancaroba membuat Muntaber kian merebak. Semoga semuanya segera diberi kesembuah juga. Cepet sehat ya anak-anakku..

Keluar dari gang rumah Deltasari, sambil memegang satu tas besar barang bawaan, saya merasa bersyukuuuuurrr sekali dengan keadaan saya saat ini. Masih bisa memeluk Tabina seerat-eratnya, masih bisa melihat wajahnya, masih bisa menyusuinya, menenangkannya ketika menangis, menimangnya hingga tertidur, apapun untuknya. Saya, Tabina dan suami dalam keadaan sehat wal afiat tanpa kekurangan satu apapun.

Nikmat mana yg mau saya dustakan? Saya diberi kesehatan, kenikmatan yg luar biasa, Saya tidak perlu mencari uang dengan berjalan berkeliling kompleks perumahan. PP tiap hari Mojokerto - Surabaya, menempuh lebih dari 40 km tiap harinya, ASI sering seret karena kecapek'an, tapi fisik masih kuat dan tegap berdiri. Saya sangat bersyukur. Alhamdulillah.. nikmat mana yg saya dustakan?

“Barangiapa mensyukuri nikmat-Ku, maka akan Ku tambahkan nikmat baginya. Dan barangsiapa kufur terhadap nikmatKu, sesungguhnya adzab-Ku amat pedih.” 
(Q.S. Ibrahim : 7)

Esok, kami akan sangat merindukan perjalanan seperti ini lagi. Perjalanan yang amat melelahkan.

Yaah, soon soon I'm gonna leave all this. I'm gonna leave Surabaya. I'm gonna be missing everything here. Missing the heat of Surabaya, streets I usually pass, our struggle, my first coming on 2004, the place I first met him, my campus, Joglo - the place I used to hangout with college friends and him, Lidah Wetan, my best palls - Urat Nadi, my dorms, warung-warung tempe penyet, my pregnancy, Dr Ashon SpOg, Dr Melodian Ario SpOrt, witnessing Tabina's first move in my womb, Pung-Pung, Deltasari ambience, all happiness and tears, up and down. Everything happened here in Surabaya, Sidoarjo as well. It's been 9 years, so how can I'm not mellow and sad?

Dan ini semua bikin semakin kangen TABINA di rumah. Nangis..

Malam itu ditutup dengan air mata yang tiba-tiba menggenang di pelupuk mata. Menetes satu demi satu, dan perciknya menari-nari terbawa temaram malam. Tangan mempererat pelukan pada pinggangnya, dalam perjalanana Sidoarjo - Mojokerto.

Kangen, kangen Tabina. Dan bersyukur sangat..
Alhamdulillah, Thanks Allah for everything

»»  Read the entire post...

October 18, 2013

Bapak Pucung


Masih inget gak sih dengan binatang kecil nan lucu yang satu ini? Saya biasa menyebutnya bapak pucung.. entah apa nama latinnya :P

Dulu, waktu saya masih kecil, saya hobi bermain bersama bapak pucung. Sebelum main, saya biasanya berlari-lari kecil menuju rerumputan dan tanaman liar yang tumbuh merawa saking lebatnya, dan disana saya menemui keluarga besar bapak pucung. Bapak, Ibu, anak, pakdhe, budhe, kakek, nenek, semua berderet deret merayap dari satu daun ke daun lain. Dan saya biasanya memungut satu yang paling besar,
kemudian saya letakkan pada telapak tangan saya, dan saya siap untuk bermain dengan teman-teman sebaya sambil membawa bapak pucung. Baru nyadar betapa jahatnya saya.. memisahkan satu anggota bapak pucung dengan keluarganya..


“Maafkan aku bapak pucung..

itu karena aku gemas padamu.. :-* “

Dan hari ini tiba-tiba saya teringat akan kenangan masa kecil saya. Ceria, bikin kangen, penuh dengan petualangan khas anak-anak dengan warna-warninya :) . Satu hal yang membanggakan ketika saya masih anak-anak adalah bahwa walaupun saya bertubuh mungil, namun saya biasanya yang dijadikan ketua, pimpinan dan yang paling ditakuti dalam satu kelompok bermain, dulu nyebutnya ‘geng’ [genggong maksud lo?]. Teman-teman saya kebanyakan lebih besar daripada saya, namun selalu ‘menuakan’ saya. Saya yang bertugas mengatur main apa hari ini, beli jajan apa hari ini.. dsb.

Dulu seringnya beli jajan-jajan patungan, kemudian saling sharing. Atau yang paling ekstrim, saya memimpin pencurian beberapa singkong di kebun singkong milik tetangga sebelah rumah.. hwahahaha :) ) gile! cewek apa bukan saya ini. Dan.. karena kita masih anak-anak dengan peralatan terbatas, akhirnya.. proses pencolongan singkong hanya mampu dilakukan dengan mencabut singkong, dan menaruhnya begitu saja. Padahal saya yakin tetangga saya tahu itu, namun beliau diam saja.. dan lebih memilih membiarkan saya menikmati kegembiraan ‘mencuri’ singkongnya, yang waktu itu kami pikir hebat dan berani. Wii.. sebuah misi besar berhasil dijalankan. Alhasil.. kebun singkong tetangga jadi kacau. Hahahaha :) )

Setelah berhasil memperoleh singkong-singkong tidak halal itu, kami segera menyalakan api dan memanggang singkong-singkong hasil ‘curian’ :P . Entah sudah matang beneran, atau karena kami semua lapar, kami-pun memakan dengan lahap. Gak peduli mulut dan gigi kami jadi hitam karena abunya.. hmm, masa kanak-kanak yang indah.. :)

Well then, setiap sore kami main benteng-bentengan. Ya, karena saya yang selalu dijadikan ketua, maka banyak dari teman-teman kecil saya yang ingin jadi satu grup dengan saya. Kasian mereka yang menjadi kaum minoritas, kekurangan anggota. Ini hal yang sedikit sulit, karena saya harus memilih siapa saja yang akan menjadi anggota saya, dan membuang beberapa untuk anggota lawan. Haduuh, kan gak enak jadinya, kalau kita ngeluarin satu atau dua orang, dikiranya kita gak suka sama mereka… hehehe, that’s what I call the jolly on my childhood :)

Back to the fact bahwa saya yang selalu dijadikan panutan, suri tauladan bagi handai taulan [hallah], ada kejadian lucu suatu hari. Saat itu saya hanya sedang bermain dengan dua teman saya. Let’s call her Sulfia [she's a nurse at the moment] and Vika [she's a housewife at the moment]. Kami bermain sambil berlari-lari di atas teras rumah saya. Saya berlari di sebelah Sulfia, sedangkan Vika berlari agak jauh dari kami. Tanpa sengaja, saya menyenggol kaki Sulfia sampai ia terperosok, dan mukanya yang nyampe’ duluan ke lantai. Alhasil.. berdarahlah bibirnya. Saya ketakutan dan merasa bersalah, mencoba menenangkannya, demikian juga Vika. Saya buru-buru mengambil oba luka dan kapas. And you know what? Because of her loyalty and fear of me, dia malah menuduh Fika yang menyenggol kaki-nya hingga terjatuh. Padahal jelas-jelas saya yang ada disampingnya, dan Vika berlari agak jauh dari kami. Vika yang dituduh gak bisa bilang apa-apa kecuali ‘enggak.. enggak.. bukan aku.. bukan aku’ dan ia-pun gak berani menyebut nama saya sebagai tersangka utama, hehehe, good job girl.

Nah, saya merasa di atas angin, dan tentu saja saya tidak mengakui sebagai tersangka. Saya diam saja, pura-pura bego. Padahal yeee.. nenek-nenek peyot nangkring di pohon-pun tahu bahwa saya-lah yang menyenggol kakinya. Dan akibat jatuhnya itu, bibir Sulfia yang sobek harus dijahit. Entah berapa jahitan.. :/

“maafkan aku Sulfia.. yang gak mengakui kesalahan.. hiks. Kini kamu bisa mengobati luka-mu sendiri karena kamu seorang perawat bukan?” :)



Tiap sore, saya mendengarkan acara anak-anak. Waktu itu ada klab-klib [Dhea Ananda], Tralala Trilili [Agnes Monica], Kring-Kring Olala [Melisa Grace], Ci Luk Ba [Maissy].. mmm apa lagi ya. Favorit saya adalah trio kwek-kwek dan Enno Lerian hihihi.. hapal banget pokoknya, kalau nyanyi lagu anak-anak. Mulai dari Trio Kwek-kwek, Agnes Monica, Joshua, Enno Lerian, Chikita Meidy, Dhea Ananda, semua bisa. Kalau anak-anak zaman sekarang mah nyanyi-nya lagu Syahrini, 7Icons, Mulan Jameela sampai Peter Pan, gimana mau nyanyi lagu anak-anak.. lagu anak-anak dan penyanyi cilik udah musnah ditelan zaman.. masih ada sih beberapa penyanyi cilik, tapi gak kedengeran gaungnya. :( So sad..

Jadi ingat kakek saya yang sudah almarhum. Setiap pagi selalu bermain dengan saya, menyuruh saya melakukan sesuatu, seperti mimejit punggungnya, memijit kepalanya, dan ketika saya telah berhasil melakukannya, beliau selalu menyuruh saya membeli Fuji Mie. Yes, itu jajan zaman dulu bangeeettt, bungkusnya warna merah, isinya mie kering *nyam nyam nyam*. Lalu kami memakannya berdua, ya berdua saja.. sangat akrab dan hangat. Hmm.. kakek saya orang yang baik dan penyabar disamping gagah, tinggi dan tampan di masa mudanya. Pantas nenek saya tergila-gila, So sad that I didn’t even have a picture of him :( . Beliau meninggal pada tahun 1994, ketika saya masih SD. Saya ingat sekali waktu itu, saya bermain di rumah Sulfia, dan tiba-tiba para tetangga menyemut berbondong-bondong ke rumah kakek saya yang berada tepat di sebelah rumah saya. Saya kaget, dan bingung sekaligus bertanya-tanya ‘ngapain orang-orang ke rumah kakek’. Yang saya tahu, kakek sedang masuk angin dari tadi malam.

Dan tetangga saya yang lain, sekaligus sahabat Ibu saya tiba-tiba menggendong saya, dan membisikkan pada saya…

‘Mbah Aguslan meninggal…’

There’s nothing but I was so.. speechless, speechless that all I can do is crying like a river… he’s my best friend, we shared many things, we had warm and great moments everyday, he taught me how to do something, and he introduced me the meaning of sweet and bitter, he taught me to laugh, to utter, and he was the one who call me ‘Taying’, ‘Unying’ or ‘Naying’.. yes, he used to call me so. And I use the nickname ‘Taying’ until present. And he was the one who introduced me to Bapak Pucung, he was the one who taught me to play with Bapak Pucung. And whenever I saw Bapak Pucung, I just remember him… my first best friend. And now he cannot watch me grow up, he cannot laugh with me when I’m getting older. But well, you’re now watching from above, somewhere over the rainbow.

Well I miss my childhood as well as I miss my grandpa, my childhood best friend ever…
»»  Read the entire post...

Langkah Kecil

Dua bulan lagi, saya bakal resmi mencopot gelar sebagai Sammies (panggilan untuk karyawan SAM Design). Yup, I have decided to resign. After all this time, setelah sekian lama. Setelah 3 tahun saya bermain, brsenang-senang di sini. Ya, di sini saya hanya bersenang - senang, karena hanya senang yg saya rasakan. Jauuuh dari rasa tertekan, sedih atau kerja karena terpaksa. Kecuali kalau lembur sampai pagi ya hahahaha. Tapi overall, SAM yg paling berkenan di hati saya. Apa namanya kalau gak cinta, hingga saya bisa bertahan selama 3 tahun lebih? Kalau bukan karena memprioritaskan keluarga, tentu saya masiiih ingin disini. Masih ingin bekerja dengan cinta, berkarya dari hati di sini.

Sebagai copywritwer divisi Digital Motion selama 3 tahun, banyak ilmu dan pelajaran yg saya dapat tentang copywriting, advertising, agency, mmm apa lagi ya? perjalanan tentang hidup juga tentunya. Karena ketika masih bekerja di SAM Design, saya memulai lembaran baru - menikah di 2012, dan mempunyai bayi kecil yg lucu di 2013. Nothing more I can say but being thankfull for everything I've got.
Semangat yuuk Tabi
Next...
Bismillah untuk beberapa langkah kecil ke depan. Masa depan saya, suami dan  Tabina. Untuk keluarga saya...

Saya berencana membuka online shop yg menjual ini, ini dan itu. Ihihihi, masih pamali ya.. kalau disebutkan disini. Yg pasti online shop ini saya buka karena rasa cinta saya.

Dan satu lagi, satu website yg akan live dengan menjual jasa. Jadi nantinya gak hanya jualan barang , tapi jualan jasa juga. Tentunya masih berhubungan dengan bidang saya sebagai copywriter, translator, voice talent dan MC yg akan menyediakan layanan copywriting, translating, dan Voice Over-ing.

Sudah melirik beberapa perusahaan pembuat website juga tentunya. Yg terjangkau, namun masih sesuai harapan.

Bismillah.. semoga beberapa langkah kecil ini akan menjadi besar, akan mewujudkan mimpi saya menjadi mompreneur. Bisa terus bersama si kecil, namun tetap 'tidak diam'. Amiin amiin...
Tentunya masih ada si gembul yg gak bisa diem ini sbg sumber semangat :)
»»  Read the entire post...

October 12, 2013

Baby Blues Syndrome

Haloo.. Long time no see eh write huh?

Sekarang si Tabina udah 5 bulan aja loh. Tanggal 27 Oktober ini udah 6 bulan, udah mulai MPASI. Can't wait her first meal. Can't wait feeding her pure fruits or veggies! yay!
But ya know I'm not gonna talk about her MPASI, instead of Baby Blues, as the title said.

Hayoo, buibu yg setelah lahiran gak mengalami baby blues angkat tangan? Ada gitu? *ude telat banget sebenernya bahas ini*

Well, dulu.. saya pikir Baby blues itu hanya dialami ibu-ibu yang manja. Ibu-ibu yg lebay, yg telalu gak mau terima kalo udah punya baby. Awalnya..
Dan, setelah saya merasakan sendiri.. I thing I got baby blues syndrome as well :(

Masa-masa terkelam (minjem istilah temen) terjadi selama 40 hari setelah kita melahirkan. Duh, jangankan 40 hari ya.. 1 hari aja rasanya lamaaaaaaaaa. Nih ya:

1. Abis ngelahirin, seluruh tubuh terutama kaki rasanya puegeeel. Kita kaya keabisan tenaga. Bahkan dalam kasus eke, kaki rasanya masih gemeteran setelah lahiran. It's natural sih :)

2. Di tradisi Jawa, sebelum selapan (36-40 hari) ibu yg abis melahirkan dilarang tidur siang, karena bisa bikin darah putih naik, dan bikin si ibu yg abis melahirkan ini pucet - kata emak eke. Nah emang kalo pucet kenapa? Kan yg pucet kita, yg punya body, yg punya muka kita? Sebodo amat deh, yg penting bisa istirahat yg banyak untuk memulihkan tenaga. Itu yg sebenernya pingin saya lakuin. Ignoring mother's rule! Eke sih gak ngurus banget sama aturan2 itu, plus gak percaya selama gak ada yg bisa ngasih penjelasan ilmiahnya. I gues that's just a myth. Why? Since my mom can never give a clear explanation about that. Setiap saya tanya, "kenapa sih gak boleh bobo siang? Kan kalo malem gak bisa bobo tenang soalnya bayi masih suka kebangun beberapa kali, dan susah bikin dia tidur lagi, eh masak siangnya gak boleh istirahat juga? Kasian kita dong, para busui.. gak bisa istirahat siang malam? bakal legrek jaya badan ini!"
and my mom would only answered
"Wes.. pokoke gak oleh. Ket biyen yo ngunu wisan" #blah
Ya gini ini.. orang jadul alias jaman duluuuu. Gak tau penjelasan ilmiahnya, tapi nuruuut aja. Maafkan aku ya mom :P

Point ke 2 ini sih yg paling bikin eke gondok! Nah tiap siang dibela-belain melek sama mommy ogut buat njaga ogut supaya gak terlelap. Ya elaaah, sampe segitunya sih mommy..

Tapi namanya maling pasti lebih cerdik daripada polisi dong. Nah, tiap mommy gak ada di rumah pas siang, ato pas mommy dengan indahnya ketiduran depan Tipi (namanya juga orang tua ya bo'.. ngantukan :D) eke ikutan bobo. Begitu dese kebangun dan mendapati eke dalam keadaan lelap, gak bakal dibangunin deh ngeliat muka eke yg innocent plus melas. Nah biar keliatan melas ini ada resepnya lho buibu.. tampakkan kecapek'an kita. Tampakkan wajah berminyak tak terawat kita, tampakkan ke-tidak-giras-an kita *bahasa apa ini!*. Ini buat meyakinkan mereka-mereka yg pro 'Gak Boleh Bobo Siang'.

Back to my story. Jadinya gitu. Kalo siang si bayik kan pasti bobo'nya nih. Rumah pada sante. Mommy yg lagi leha-leha depan tipi, pasti bakal ketiduran dalam hitungan detik. Bener aja. Eke yg duduk di kursi panjang depan tipi langsung sante mejemin mata pulak. Aaah indahnya dunia.. :D
Nah enak banget, situ semua merem.. eke sendiri yg sedang dalam masa recovery gak boleh bobo.

5. Being judged. Ini juga yg bikin super pusing. Banyak tamu yg dateng. Sodara, temen, tetangga. Dan mereka para generasi senior somehow love judging what I'm doing. Jangan gini, jangan gitu. Ini salah, itu salah. Kudu gini, kudu gitu. Kaki kudu lurus, gak boleh nekuk, gak boleh bungkuk. Bayi nangis terus, tanda eke gak bisa meng-handle dengan baik. Ini kadang-kadang bikin saya nangis sendiri. Pernah ngerasa jadi ibu yg super gak berguna karena judgement yg bikin telinga panas. Sering pulak! Nangis di pojokan kamar, sambil meratapi nasib. 'Oooh se-tidak berguna inikah diriku sebagai ibu?'. Fiuuh, as time flies, sekarang-sekarang baru nyadar kalo waktu itu mungkin saya yg terlalu sensitif ya. Soalnya, kalo sekarang di judge kaya' gitu mah gak bakal mempan. Hahaha, cuek aja dah!

6. Bayi masih suka kebangun malam. Bayi belom bisa tidur lama. Yup, this is what every mom experiences I guess. Semua bayi yang baru lahir, pasti masih suka kebangun malam hari. Kebayang kan yaaa, kita yg baru lahiran, badan masih capek-capek, lemes semua musti bangun 3 jam sekali demi nenenin dan nidurin bayi. Nah, gimana kelelahan ini mau ilang? Yg ada, walopun bayi nangis, pingin tetep merem aja. Hehehe, untung ada my mom yg siap nggendong Tabina kapanpun dia mulai Oeek. Tentunya setelah nenen ibunya dulu dong. :)

7. Gak boleh kemana-mana selama sebelum selapan. Alias terkurung sendiri di rumah. Nah, yang satu ini juga cukup bikin stress. Kita yg dalam keadaan totally exhausted ini gak boleh kemana-mana sebelum selapan. Padahal kita butuh banget refreshing yaaa.. hiks.

Itu baru segelintir dari semua alasan yg bikin para mommies baby blues ya. Tapi 7 di atas adalah yg utama *hallah.

Dan yang terjadi adalah.. seriiing sekali saya nangis di sebelah bayik yg lagi  tidur mendengkur, ato sambil nenenin, dalam hati meratap "Ya Allaaah, sesulit ini kah jadi ibu? seberat ini kah?" dan ratapan-ratapan anak tiri sejenisnya.

Setelah selapan, apa yg terjadi sodara-sodara? Gembira ria, cerah ceria! all misery has been gone :) dan syukur Alhamdulillah saya punya suami juara! yg siap menggantikan kerjaan saya, apa saja, kapan saja, dimana saja, ngapain aja. Siap gendong Tabina keliling rumah, ketika emaknya lagi super lelah. Suamiku nomer 1.

Nah kalo bayiknya se lucu ini sih sapa yg nolak yaaa. Tabina, 5 mo
Yasud, next I'll be posting about ASIP, MPASI, Breastpumps review, ASI Booster review.. mmm apalagi ya?

NB: postingan ini bukan ditujukan untuk menciutkan nyali para bumil, para calon pengantin, ato pengantin baru yg berencana mau punya anak dalam waktu dekat. Cuma mau share pengalaman eke ajah selama baby blues - menanti masa selapanan.
»»  Read the entire post...

July 18, 2013

Tentang JAMPERSAL, a.k.a JAMinan PERSALinan

Kalo ada yang nanya,

Ribet gak sih ngurus Jampersal?
Gak ribet! GAMPANG, BANGET malah!

Apakah Jampersal HANYA untuk masyarakat tidak mampu?
TIDAK! tapi untuk semua kalangan masyarakat yang mau memanfaatkan fasilitas gratis dari pemerintah ini. Semua, tanpa kecuali, asalkan memenuhi syarat yang dibutuhkan. Daerah / kota masing-masing mungkin memiliki persyaratan berbeda.

Setelah tanya2 ke sodara yg melahirkan lewat Jampersal, ternyata mudah sekali ngurusnya.

You know, Saya adalah salah satu yg paling males berurusan sama birokrasi yg njelimet. Males dah. Mending bayar agak mahal asalkan gak ribet.

Sebelumnya keluarga saya menyarankan untuk ambil Jampersal aja untuk kelahiran. Kan sayang ada fasilitas gratis dari pemerintah tapi gak dimanfaatkan. Pikiran saya pasti ribet beudh ngurusnya. Harus kesini kesana, fotocopy ini itu, capek.

Belom lagi saya bayangin kalo harus melahirkan di Puskesmas.

(FYI, di kecamatan saya, melahirkan normal akan dirujuk ke Puskesmas Kecamatan. While kalau harus C-sect alias Sesar alias Operasi, maka akan dirujuk ke RSUD. Berhubung eke melahirkan NORMALwati, maka eke dirujuk ke PUSKESMAS.)

Whuaaat? puskesmas? bukan Rumah Sakit? emang memadai fasilitasnya? belom lagi pelayanannya nanti gimana? Bagus kah kalau fasilitas gratis?

As I told before, syarat2nya* mudah sodara2:
1. Fotocopy KK
2. Fotocopy buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) warna pink yang kita dapat pas kontrol kehamilan di puskesmas.
*Di tempat lain mungkin berbeda.

Jadi, kita harus 'pernah kontrol kehamilan di puskesmas' at least sekali. Nah, karena saya biasanya kontrol kehamilan di dokter kandungan saya di Surabaya, makaaaa.. saya kudu, harus, wajib, meluangkan waktu at least seminggu sebelum HPL untuk kontrol di puskesmas. Tapi saya kasih dua minggu deh untuk proses ini :D

Jadinya saya sempet 2x kontrol di puskesmas kelurahan, dan satu kali di puskesmas kecamatan.

Begitu selesai melahirkan, mengurus administrasi, biaya yg saya keluarkan HANYA.. tereeeng tereeeeng.. Rp. 40.000, 00.

kalo di bahasa Latin-kan 'Empat Puluh Ribu Rupiah' Hahahaha. Nah tuh.. ada gak orang melahirkan cuma bayar 40rb? itu pun bukan untuk biaya obat, jasa bidan ato apa. Tapi untuk perlengkapan mandi bayi (sabun, kain kasa untuk puser dsb) plus biaya memandikan bayi.
Ruang Observasi. Kata suami: "Kalo di Sumenep, ini namanya Rumah Sakit"

Dalemnya ruang obsevasi
Pelayanannya sama kaya' rawat inap dengan biaya sendiri. Kita dapet ransum makan, obat gratis dsb. Intinya memuaskan!

It's worth it babes.. jadi jangan ragu kalau memang mau memanfaatkan fasilitas gratis pemerintah ini.

Ini berlaku untuk Jampersal di kota Mojokerto. Di kota / daerah lain mungkin berbeda terms and conditionnya. Di kota Mojokerto gak hanya Jampersal aja sih, untuk pengobatan2 lainnya gratis juga kok, tentunya dengan syarat fotokopi KK dll, periksanya di puskesmas dulu, kemudian diberi rujukan ke RSUD Wahidin Sudiro Husodo kota Mojokerto.

Kalau pengobatan di RS swasta ya beda lagi jreng! bayar sendiri lah haaai.

Syukur Alhamdulillah lagi, diberikan kemudahan bertubi-tubi.

Why Jampersal?
Biaya persalinan yg udah disiapkan bisa dipake' buat keperluan lain.. puputan, selapanan (40 hari), Aqiqoh, 3 bulanan, atau beli perabot buat menuhin rumah mungkin :D

Well apapun pilihan anda-anda sekalian. Mau pake' Jampersal ato biaya sendiri, yang penting pesalinan lancar, bayi sehat ibu selamat.

Yuuuk dadah bubay dulu..
»»  Read the entire post...

July 17, 2013

My Birth Story

Jum'at, 26 Apil 2013
Setelah menunggu mulas yg gak dateng-dateng, sampailah pada hari Jum'at. Seperti biasa, pagi diisi dengan jalan pagi. Ada rasa mulas yg masih samar di perut. Rasanya seperti PMS. Kalo orang Jawa bilang dilep. Saya masih belum yakin ini mulas mau lahiran atau bukan.

Jam 10 am
Menjelang siang, mulas semakin nyata walau belum sakit. Tiap setengah jam-an terasa sedikit mulas. Gerakan dedek di perut kerasa semakin ke bawah.

Tapi karena belum kerasa sakit, masih bisa jalan-jalan dong saya. Masih bisa fotocopy KK (karena saya ambil Jampersal), masih bisa belanja perbekalan. Hihi saking yakinnya bakal lahiran besok, langsung beli makanan2 plus minuman2 bergizi penambah tenaga. Di Alfamart, karena sudah merasakan mulas, jadi sempet beberapa kali diam di tempat sambil mercing mercing hihi.

Jam 2 pm
Semakin terasa mulasnya. Perlahan tapi pasti. Saat itu lagi asyik2nya sharing sama kakak tentang kelahiran 2 anaknya dulu. Lumayan bikin tenang. Dari awal memang udah gak ada rasa takut atoo nervous sama sekali sih menghadapi lahiran, Alhamdulillah. Yang ada malah super excited pingin segera ketemu baby. :)

Sore saya sms suami yang kerja di Sby,  ngabarin kalau mulasnya sudah semakin terasa, teratur, tapi kemungkinan lahir besok. Masih lama.

Ba'da Maghrib 
Mulas, kontraksi semakin teratur 15 menit sekali, dan semakin sakit tentunya. Langsung sms suami, suami khawatir, dan memutuskan pulang ke Mojokerto saat itu juga.

Nyampe rumah, suami menyarankan saya untuk langsung ke puskesmas karena kontraksi udah tiap 10 menit. Tapi saya kekeuh belum mau berangkat karena sakitnya masih bisa ditahan. Males kan kalo nyampe tempat bersalinnya, ternyata masih bukaan 1, dan harus nunggu lama disana? Mending istirahat di rumah :D

Waktunya tidur malam, saya coba pejam2in mata gak bisa. Kontraksi semakin menjadi-jadi.

Sabtu, 27 April 2013
Dini hari suami setengah memaksa saya untuk berangkat ke puskesmas. Saya masih kekeuh gak mau. Pinginnya nanti kalo kontraksinya udah teratur 5 menit sekali, sekalian kalau udah subuh baru deh berangkat. Dan kembali saya mencoba terpejam. Gak bisaaaa.

4.30 am
Adzan subuh udah berkumandang. Kontraksi sudah gak bisa ditahan. Setiap 5 menit sekali, dengan prosentase sakit yang sudah 3x lipat dari sakit semula. Secepat kilat saya ganti baju, daster dengan kancing depan penuh. Suami yang dari semalam gak tidur karena nungguin saya, semakin panas dingin. Saya bangunkan bapak, ibu. Setelah memeriksa barang bawaan, cuci muka dsb, berangkatlah kami menuju puskesmas kecamatan.

5.30 am
Sampai di puskesmas. Para bidan langsung nyuruh saya masuk ruang observasi. Dokter kandungan dan seorang bidan masuk ruangan untuk memeriksa dalam, detak jantung bayi dkk. And you know what. Pertama kali ngerasain periksa dalam.. rasanya aneh, arrrgh! bikin jengkel hahaha.

Ternyata saya baru bukaan 3 lebih, 4 kurang. Masih kurang 7 bukaan lagi boow. Bidan nyuruh saya banyak jalan biar bukaannya cepet.

Bukaan segini masih kuat jalan jalan sih. Santai kaya dipantai. Sampai ada ibu-ibu tanya apakah saya mau melahirkan. Saya jawab 'iya', dan ibu itu heran 'kok santai banget ? gak keliatan sakit ?'. Hehehe, itu hanya awal ciin.. bukaan-bukaan berikutnya lebih dahsyat.

9 am
Diperiksa dalam lagi. Lupa udah bukaan berapa. Bukaan 5 kalo gak salah. Saya udah gak kuat jalan. Bisanya rebahan di kasur sambil muka cemberut hahaha.

12 pm
Kalo gak salah pada jam ini udah bukaan 7. Dan disini dimulailah rasa sakit yang super duper wow. Baru ngerasa sakit yang kaya gini. Cuma bisa tidur melungker dengan muka nahan sakit. Mata cuma bisa merem.

Bidan memperkirakan proses lahiran akan terjadi jam 5 sore. Appa?? jam 5?? masih lama dooonkk hihihiks :'(

*Lupa jam berapa lagi diperiksa dalam. Yang pasti, saking seringnya periksa dalam, sampe2 saya ngerasa biasa aja diperiksa dalam. Gak se-menjengkelkan yang pertama. Hihi..

Tips menghadapi periksa dalam:
Pasrah aja dah ama bidan. Mau tangan bidan ngapain aja, pasrah aja lah..


5 pm
Bidan pun datang. Berharap banget bukaan udah lengkap, tinggal mengejan. Tapi sungguh mengecewakan bidan bilang bukaan belum lengkap, masih 8 ato 9 gitu. Lupa. Jadilah kita nunggu 1 jam lagi untuk liat perkembangannya.

Rasa sakit kontraksi semakin menjadi-jadi. Lemes. As I told, mata saya merem tapi sempet ngintipin suami yang dengan setia nemenin saya di samping kasur. Rupanya sedang berdoa sambil nangis, gak tega ngeliat saya katanya.

Oia, di sini saya diinfus, karena suhu badan saya meningkat alias panas. Mungkin gara2 saya lemas, kurang tenaga. Sejak bukaan 4, saya udah gak mau makan, udah lemes, sakiiiit. Tapi syukurlah, air gula really helped when I was down. Bener2 tenaga untuk survive, tenaga untuk mengejan dari air gula 1 liter :)

Para bidan cuma takut saya gak kuat mengejan nantinya. Bismillah kuat ya bid.. (manggil bidan maksudnya..)

6 pm
Bidan datang lagi. Yes! bukaan udah 10, bukaan lengkap. Tapi.. masih ada problem sodara. Bukaan belum sempurna karena kepala bayi masih agak jauh. Jadilah bidan menelpon dokter kandungan yg biasanya bertugas di sini. Dari telpon, dokter menyuruh bidan untuk merujuk saya ke RSUD, untuk C-sect alias operasi caesar. Huaaa.. sedihnya bukan main.

Karena dari awal saya udah kepingin lahiran normal. Belom lagi bayangin saya harus diangkut ambulance menuju RSUD, wong sakitnya ini udah gak nahan banget. Udah pingiiiin ngejan, tapi belom boleh karena blm waktunya (baca: kepala bayi masih agak jauh).

Menjelang 6.30 pm
Syukurlah bidan senior yang menangani saya sangat sabar, telaten dan pantang nyerah. Ketika asisten bidan mulai menulis surat rujukan (untuk C-sect) ke RSUD, bidan senior ini malah memeriksa dalam saya lagi. Dan Alhamdulillaaaaahhh.. this is how a magical moment on baby birthing worked. Bukaan udah lengkap sempurna, kepala bayi udah deket banget mau keluar. Dalam waktu sesingkat itu. Kemudian bidan menginstruksikan saya untuk mengejan.

6.30 pm
Kalau wanita2 lain mengejan untuk lahiran hanya butuh 2x atau 3x. Kalau saya.. berkali kali boow! serius!. Dari jam setengah 7 sampai jam setengah 8. Syukurlah, suami tak pernah absen di samping saya, ngasih air gula di tengah perjuangan antara hidup dan mati itu. Demi tenaga terpelihara hingga akhir perjuangan. Dan yang sedikit menjengkelkan adalah suami ikutan mengejan waktu saya mengejan. Mukanya di deket2in muka saya, sambil mengejan. Mukanya jadi aneh, dan saat itu rasanya sangaaaattt jengkelin dia. Hahaha, but I love u anyway darl, yang udah 2 hari gak tidur demi istri dan anaknya..

7.30 pm
Finally.. here comes our babygirl. Akhirnya si baby bisa keluar juga, tapi tangis pertamanya sedikit tertahan karena ternyata ada lilitan di lehernya bo'! badannya putih pucat. Begitu bidan membalikkan badannya menjadi posisi tengkurap dan mencabik lilitannya, tangis pertamanya langsung pecah, memecah keheningan, tubuhnya langsung merah. *ini kata suami saya sih, saya gak liat hihi.
Nya Nya Nyaaah
Yang pasti setelah itu dilakukan IMD. And you know what? si baby gagal IMD. Then I called her 'bayi gagal IMD' hahaha. Why did she fail? yes, due to my big-size breast yg menjulang tinggi. Si baby yang mencoba meraih agak kesulitan karena tinggi itu.. hihihi. Maaf ya, kalo bahasanya agak vulgar.

Then the midwife yg menyaksikan momen ini rada gemes, daripada kelamaan diambillah si baby untuk dibersihkan, diukur panjang dan bb, diadzanin sama ayahnya. Hanya berselang sekutar 5 menit. Setelah itu dibawa ke ibunya lagi (read: me), IMD ulang hahaha. Tapi langsung saya sodorin deh, bak anak kucing kelaparan, dia menghisap sekuat tenaga. And this one was so amazing. Can't believe I'm already a mom, knowing a tiny living thing depends on me to live :)

Bidan sempet tanya, beberapa saat setelah baby keluar...
 
Bidan: "Ini prediksinya lahir brapa kilo sih mbak? kok lama keluarnya?"
Saya : "Mmm, kayaknya 3,2 kilo deh bu.."
Bidan: "Masa'?? lebih deh.." *sambil nimbang bayi*
          "3,6 kilo niiih bu'. Pantes susah ngeluarinnya, lha wong gedhe gini bayinya, ibunya kecil.." *geleng2 kepala
Setelah itu terdengar petuah-petuah kecil yang terdengar seperti omelan tentang bayi dengan bb terlalu besar.
Jiiih.. baby guahh kan gak besar-besar amat kan buu bid? besar sih iya :D

Okeh! We named the baby 'Tabina Kirana'. Then let's call her Tabina..

Setelah lahir si Tabina ini, akhirnya kami pindah ke kamar rawat. Nah, karena ini Jampersal, saya harus rela sekamar dengan beberapa orang lainnya, jika kebetulan ada yg melahirkan juga. Tapi Alhamdulillah, hari itu tidak ada pasien melahirkan selain saya. Jadinya kaya kamar VIP dengan 3 kasur di dalam. Keluarga saya bisa njenguk dengan leluasa.


Suami tidur di kasur 2, ibu saya tidur di kasur 3, dan tentunya baby Tabi bisa rooming in bareng kami di box tersendiri hihihi.
Ayah seneng banget udah punya baby.. :")

Yang Ti - Tabina - Ibunya Tabina

Tabina sok imut :P
Keesokan harinya kami sudah boleh pulang. Melengganglah saya, membayangkan setelah ini sudah bisa tidur tengkurep hihi.. (one thing I missed a lot). Seorang petugas bertanya waktu kami jalan pulang:
"Lhoo mbak, jalannya kok udah cepet gitu?"
Saya cuma tersenyum kecil. Dalam hati 'eeh?? cepet? cepet mananya? ini kan pake selendang batik.. mana mungkin bisa cepet. Bagiku ini lambat lho chiindth!'

Syukur Alhamdulillah atas berkah yang tak terkira ini. Overall, semuanya lancar.. :)

Nah, kalo ada yang tanya tentang Per-Jampersal-an, akan saya bahas di postingan selanjutnya, okreeh!
 
**
»»  Read the entire post...