October 29, 2011

Sekeplas untuk hujan




Bukan pertama kalinya, aku menulis sajak untuk kamu
Mungkin, sudah ratusan rangkaian kata yang aku kirim khusus buat kamu
menuaskan apa yang aku rasakan
Tiap kamu turun untuk pertama kali di sepanjang tahun,

Setiap kamu turun, walau setetes
bau tanah basah menyeruak
dan sekeping memoriku menyerbak
Sekeping semangatku berbunga


Entah kenapa
Aku hanya ingin memandangimu turun satu persatu
sambil melamun
sambil memikirkan entah apa


Memandangimu sambil tersenyum
memandangimu sembari mengangkat kembali semua memori yang sudah aku jalani bersamamu
sembari mengingat kembali ketika aku berjalan tanpa peduli basah karenamu


Aku ingat betapa dulu aku selalu menunggumu turun, mengguyurku
Dan aku berlari lari sambil tertawa
Aku memandang ke atas dan membiarkan wajahku terbasuh kamu


Aku bergandengan dengan mereka, berlari menyusuri tanah lapang hingga kamu berhenti turun
Lalu aku dan mereka pulang
menunggumu muncul kembali entah kapan


Setiap kali kamu  turun lagi
Aku kembali tersenyum dan bersiap menjemputmu
Menemanimu menyapa rerumputan bersama sejuta kenangan
Dan aku membaca semua memori yang ingin aku lihat
Aku tersenyum menyaksikan setiap keping kenangan yang ingin aku saksikan
Aku menyaksikan masa kecilku, keluargaku, semuanya


Hingga kini aku masih menunggumu yang belum muncul
Hujan...